• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Seorang Penyembah Berhala

by Haura Nurbani
3 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Abu Bakar, Berhala, puasa, puasa, adzan, Yahudi

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SYEKH Abdul Wahid berkata, “Ketika naik sebuah perahu, tiba-tiba kami terlempar di sebuah pulau. Ternyata di sana ada seorang laki-laki penyembah berhala. Aku bertanya kepadanya, ‘Wahai laki-laki, siapakah yang kau sembah itu?’

Ia menunjuk sebuah berhala.

Aku berkata, “Sesungguhnya Tuhanmu itu dibuat di tempat kami, ada orang yang membuat patung seperti itu, mengapa barang seperti itu disembah?”

Ia balik bertanya, “Sedangkan kamu, apakah yang kamu sembah?”

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Kami berkata, “Kami menyembah Raja yang harusnya ada di langit dan tindakan-Nya ada di bumi, serta ketentuan-Nya meliputi orang-orang yang masih hidup maupun orang-orang yang sudah mati, nama-nama-Nya Sangat Suci Maha Agung dan Maha Tinggi.”

BACA JUGA: Kisah Nabi Zulkifli Menjadi Raja

Ia berkata, “Siapakah yang mengajarimu seperti ini?”

“Raja itu telah mengutus kepada kami seorang Rasul yang mulia kemudian ia memerintahkan hal itu kepada kami.”

Mukjizat Nabi Daud, Abdul Muthalib, Berhala
Foto: Unsplash

Ia berkata, “Apa yang telah dilakukan Rasul itu?”

Kami berkata, “Manakala beliau telah menyampaikan risalah itu kepada kami, maka Sang Raja itu telah memanggilnya kepada-Nya dan memberikan nikmat kepadanya di sisi-Nya.”

“Apakah Rasul itu meninggalkan tanda-tanda kepadamu?” ia bertanya lagi.

Kami menjawab, “Beliau meninggalkan kitab Raja itu kepada kami.”

Ia berkata, “Perlihatkanlah padaku kita belajar itu, pasti kita belajar itu bagus sekali.”

Kemudian kami menunjukkan mushaf kepadanya. Ia berkata, “Aku tidak mengerti isi kitab ini.”

Lalu kami membacakan satu surat kepadanya, maka ia terus menangis sampai kami dapat mengkhatamkan satu surat. Kemudian ia berkata, “Seharusnya Yang Memiliki memiliki kitab ini tidak didurhakai.”

Lalu ia pun memeluk Islam dan setia kepada agamanya. Kami mengajarkan kepadanya syariat Islam dan beberapa surat Al-Quran. Pada suatu malam, ketika kami telah menjalankan shalat Isya dan hendak tidur, ia berkata, “Wahai kaum, Tuhan yang kamu Tunjukkan kepadaku itu jika malam datang, apakah dia tidur?”

Kami menjawab, “Dia tidak tidur, wahai hamba Allah, Dia Maha Agung, hidup, berdiri sendiri, yidak mengantuk dan tidak tidur.”

Ia berkata, “Sungguh, kamu adalah seburuk-buruk hamba. Kamu tidur sedang Tuan kamu tidak tidur. ”

Tentu saja kata-katanya itu membuat kami terkejut. Dan ketika kami hendak pergi meninggalkan tempat itu, ia berkata, “Ajaklah aku bersamamu!” Kami pun mengajaknya.

Ketika kami tiba di Ubadan, saya berkata kepada sahabat-sahabat saya, “Orang ini baru memenuhi Islam alangkah baiknya seandainya kita mengumpulkan uang dan kita berikan kepadanya.”

Maka ia terkaget, “Apa ini?”

Kami berkata, “Beberapa dirham yang bisa engkau gunakan.”

Dia berkata, “Tidak ada Tuhan selain Allah, kamu telah menunjukkan kepadaku jalan yang kamu tidak menitinya. Aku berada di sebuah pulau menyembah berhala, namun Dia tidak menyia-nyiakan aku, padahal aku belum mengenal-Nya. Lantas, bagaimana Dia akan menyia-nyiakan aku Sedangkan sekarang aku telah mengenalnya?”

Tiga hari kemudian, aku mendengar berita bahwa ia telah sakit dan telah mendekati ajalnya. Aku pun datang kepadanya dan mengatakan, “Apakah engkau mempunyai suatu keperluan?”

Ia menjawab, “Dia yang membawamu ke pulau ini telah memenuhi keperluanku.”

Syekh Abdul Wahid berkata, “Kemudian kedua mataku mengantuk hingga aku tertidur di sebelahnya. Maka aku melihat sebuah taman hijau, di dalamnya terdapat kubah, dan di dalam kubah itu terdapat ranjang, di atas ranjang itu ada wanita yang amat cantik, kecantikan yang belum pernah aku lihat sebelumnya.”

Wanita itu berkata, “Demi Allah, kenapa engkau tidak segera mengantarkan dia kepadaku, sungguh aku amat merindukannya.”

Kemudian aku terbangun, ternyata ia telah meninggal dunia. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meramatinya. Kemudian aku segera memandikannya, mengkafaninya, menyolatinya dan memakamkannya.

Abu Bakar, Keutamaan Abu Bakar Shiddiq,, Nabi Yusuf, Umar bin Khattab, Berhala
Foto: Unsplash

Ketika malam tiba, aku bermimpi lagi. Dalam mimpi itu aku melihat kamar hijau tersebut, di dalamnya terdapat kubah. Di dalam kubah tersebut terdapat ranjang dan di atas ranjang terdapat wanita cantik yang telah aku lihat dalam mimpi sebelumnya.

BACA JUGA: Penyebab Manusia Menyembah Berhala

Sedangkan laki-laki itu telah berada di sampingnya, dan ia membacakan ayat Al-Quran Surat Ar-Ra’d ayat 23 dan 24

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ ۝٢٣

(Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.

سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ ۝٢٤

(Malaikat berkata,) “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu.” (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga).

Sungguh luar biasa kekuasaan Allah. Hidangan kasih sayang-Nya, Dia mengubah kehidupan seseorang yang sepanjang hidupnya menjadi penyembah berhala selama hidupnya melalui seorang pelayan yang terdampar. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Kau berikan, dan tidak ada pula yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi. (Raudhur Riyahin) []

SUMBER: PUSAT STUDI ISLAM

Tags: Berhala
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hati-hati, Waspadai dan Ketahuilah, Ini 4 Motivasi Ghibah!

Next Post

Nabi Daud dan 2 Orang yang Memanjat Mihrab

Haura Nurbani

Haura Nurbani

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.