• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 31 Maret 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Ini Pandangan Islam terhadap Palmistri, Seni Ramal Garis Tangan

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Tanya Jawab
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hikmah Menyembunyikan Aib

Ilustrasi. Foto: Aldi/Islampos

TANYA: 

Bagaimana ajaran Islam tentang seni ramal garis telapak tangan? Apakah seni ramal tapak tangan kebenaran atau kepalsuan? Apakah kita boleh mempraktikkannya atau mengunjungi palmist? (Rayan)

Jawab:

Sheikh Ahmad Kutty, seorang dosen senior dan sarjana Islam di Institut Islam Toronto, Kanada, menyatakan:

ArtikelTerkait

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

Dilarang bagi kita untuk berkonsultasi dengan palmist atau peramal. Sebagai Muslim, kita percaya bahwa tak seorang pun selain Allah Yang Mahakuasa dapat memiliki pengetahuan tentang yang tak terlihat.

BACA JUGA: Percaya pada Ramalan? Begini Hukumnya

Pengetahuan yang lengkap dan akurat tentang masa depan hanya dimiliki oleh Allah, Yang Maha Tahu, Yang berfirman dalam Al Qur’an:

“Tidak ada yang tahu apa yang akan didapatnya di hari esok.” (QS Luqman: 34)

Palmistri atau meramal garis tangan, bukanlah ilmu; ini hanya berdasarkan dugaan dan spekulasi tentang masa depan tanpa dasar ilmiah. Islam menentangnya, sama halnya ia menentang semua bentuk takhayul dan praktik-praktik irasional.

Ada begitu banyak penyakit yang berhubungan dengan seni ramal tapak tangan. Ini melahirkan kemalasan dan kemalasan mendorong penipu untuk mengeksploitasi orang-orang yang mudah tertipu dan terpedaya.

Salah satu doa Nabi Muhammad Saw adalah sebagai berikut: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan, kemalasan, pengecut, dan kekikiran.” (HR Al-Bukhari)

Dia juga berkata, “Siapa pun yang pergi ke peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu dan kemudian percaya pada kata-katanya akan ditolak Doa selama 40 hari.” (HR Muslim)

Semoga Allah membantu kita menjaga keimanan kita terhadap tindakan yang merusak atau menghilangkannya dengan cara apa pun. Aamin.

BACA JUGA: Ramalan dalam Islam, Bagaimana?

Karena seni ramal tapak tangan mengharuskan berbicara tentang Al-Ghayb (hal-hal yang secara eksklusif dikenal oleh Allah) berdasarkan dugaan belaka, itu bertentangan dengan tauhid (kepercayaan pada Keesaan Allah), yang merupakan landasan Islam.

Karena itu, Nabi Saw memperingatkan orang beriman agar tidak menuruti praktik seperti itu. Dia bersabda, “Siapa pun yang mengunjungi seorang peramal (yang termasuk para palmists, pembaca tarot, dll) dan percaya pada kata-katanya telah membantah apa yang diungkapkan kepada Muhammad (yaitu Al-Quran).” []

SUMBER: ABOUT ISLAM

Tags: Islampalmistriramal
Previous Post

Berimam pada Orang yang Munafik, Bolehkah?

Next Post

Banyak Warganya Tak Mau Menikah Jadi Ancaman Serius Korea Selatan

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.