• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Wah, Ustman bin Affan Punya Hotel Bintang 5 di Saudi

by Dini Koswarini
5 tahun ago
in Tsaqofah
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ustman bin Affan

Foto: Thayyiba

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TAHUKAH Anda bangunan apa gambar di atas? Ini adalah waqaf berupa bangunan hotel yang disewakan di Saudi. Pemiliknya: Ustman bin Affan! Bagaimana sejarahnya hingga beliau memiliki hotel atas namanya di dekat Masjid Nabawi?

Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Ini disebabkan juga kaum muhajirin sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekkah.

Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi. Sumur Raumah namanya.

Rasanya pun mirip dengan sumur zamzam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antre dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

ArtikelTerkait

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

BACA JUGA: Mushaf di Tangan Ustman bin Affan

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala,” (HR. Muslim).

Ustman bin Affan
Foto hanya ilustrasi. Foto: Pinterest

Adalah Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar Sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun, Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu?” ujar Ustman bin Affan, melancarkan jurus negosiasinya.

“Maksudmu?” tanya Yahudi itu keheranan.

“Begini, jika engkau setuju, maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi. Demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Ustman bin Affan.

Yahudi itupun berpikir cepat, “Aku mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku…” Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula mulai hari itu Sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

Utsman bin Affan
Foto: Pinterest

Ustman bin Affan pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang hendak mengambil air di Sumur Raumah untuk kebutuhan mereka tanpa dikenakan biaya hari itu Sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Ustman bin Affan dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin.”

Ustman bin Affan setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka Sumur Raumahpun menjadi milik Utsman secara penuh.

Kemudian Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mewakafkan Sumur Raumah kepada umat. Sejak itu Sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Setelah sumur itu diwakafkan untuk kaum muslimin, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Lalu Daulah Utsmaniyah memeliharanya hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1550 pohon.

BACA JUGA: 12 Fakta soal Ustman bin Affan

Selanjutnya pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar. Setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin.

Sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Ustman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.

https://www.youtube.com/watch?v=UHJ-9h7tAho

Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi.

Bangunan hotel itu sudah pada tahap penyelesaian dan akan disewakan sebagai hotel bintang 5. Diperkirakan omsetnya sekitar RS 50 juta per tahun. Setengahnya untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Ustman bin Affan radhiyallahu anhu. []

REDAKTUR: DEDIH MULYADI

Tags: hotel ustman bin affanUstman bin Affan
ADVERTISEMENT
Previous Post

IslamposAid Salurkan 45 Nasi Kotak Jum’at Berkah ke Masjid Al-Hijri dan Para Pekerja Serabutan

Next Post

Suami, Begini 9 Cara Bilang Cinta pada Istri

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

diabetes

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

10 Juli 2025
Puasa, Sakit Kepala, Darah

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

10 Juli 2025
Kerja

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

9 Juli 2025
Ciri Tubuh yang Tidak Sehat, Bersin

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

9 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.