• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 5 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Haruskah Niat Puasa Ramadhan Diucapkan Setiap Malam?

Mayoritas ulama sepakat bahwa niat cukup dalam hati dan tidak wajib diucapkan.

by Haura Nurbani
1 tahun ago
in Ramadhan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Doa Memohon Rezeki kepada Allah, Niat Puasa Ramadhan, Anak

Foto: Freepik

DALAM Islam, niat adalah syarat sah dalam ibadah, termasuk niat puasa Ramadhan. Namun, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum mengucapkan niat secara lisan.

1. Hukum Niat dalam Hati

Mayoritas ulama sepakat bahwa niat cukup dalam hati dan tidak wajib diucapkan. Ini berdasarkan hadits:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

ArtikelTerkait

Yang Biasanya Dibeli oleh Anak-anak 90-an ketika Lebaran

7 Tips bagi Penderita GERD saat Lebaran agar Tetap Sehat dan Nyaman

Puasa Syawal Dulu Atau Puasa Qadha Ramadhan?

Apa Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum?

Karena niat adalah perkara hati, maka cukup dengan adanya kesadaran dalam hati bahwa seseorang akan berpuasa esok hari.

BACA JUGA: 6 Lafaz Niat Puasa Ramadhan dari Berbagai Kitab Rujukan Para Ulama

2. Hukum Mengucapkan Niat Secara Lisan

Mazhab Syafi’i dan Hambali: Sunnah mengucapkan niat secara lisan untuk membantu hati lebih mantap dalam berniat.

Mazhab Hanafi dan Maliki: Tidak disunnahkan atau bahkan dianggap sebagai bid’ah jika diyakini sebagai keharusan.

Kesimpulan

Wajib berniat dalam hati sebelum fajar.
Boleh mengucapkan niat jika diniatkan untuk membantu hati.
Tidak wajib atau termasuk bid’ah jika diyakini bahwa niat harus diucapkan.

Contoh lafaz niat puasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Namun, jika seseorang sudah punya tekad dalam hati untuk berpuasa, maka puasanya tetap sah meskipun tidak mengucapkan niat secara lisan.

BACA JUGA:  Niat Batalkan Puasa tapi Tidak Jadi, Apakah Sah Puasanya?

Niat puasa Ramadhan sendiri memang harus diperbarui setiap malam sebelum fajar. Dalam mazhab Syafi’i dan Maliki, niat adalah rukun puasa, dan harus dilakukan setiap malam sebelum waktu Subuh agar puasa sah.

Namun, dalam mazhab Hanafi, diperbolehkan berniat sekali di awal bulan untuk seluruh Ramadhan, asalkan tidak ada pembatalan puasa di tengah-tengahnya.

Niat puasa tidak harus diucapkan secara lisan, cukup dengan tekad dalam hati bahwa kita akan berpuasa esok hari. Namun, mengucapkannya dapat membantu memperkuat niat.

Jadi, sebaiknya niat dilakukan setiap malam untuk memastikan keabsahan puasa. Wallahu a’lam. []

Tags: niat puasa ramadhan
Previous Post

Ulama-ulama Salaf di Bulan Ramadhan

Next Post

Suami Istri Wajib Tahu, Ini Larangan Jima di Siang Hari Ramadhan

Haura Nurbani

Haura Nurbani

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.