• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Hal Ihwal Epilepsi, Ini yang Diungkap Ibnu Sina

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: 
Leib Knott Gaynor

Ilustrasi. Foto: Leib Knott Gaynor

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

EPILEPSI dikenal juga dengan sebutan Ayan, merupakan gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Epilepsi sudah tercatat dalam berbagai peradaban kuno. Namun, umumnya penyakit ini dikaitkan dengan hal-hal gaib.

Orang Babilonia menilai epilepsi sebagai miqtu atau penyakit jatuh ambruk, yang disebabkan kerasukan roh. Menurut Tablet Sakkiku (1000 SM), gejalanya berupa kejang-kejang dan mulut berbusa.

Orang Romawi juga percaya epilepsi penyakit supranatural. Ketika memilih budak, mereka biasa menyodorkan sebongkah batu jet super hitam.

BACA JUGA: Aromaterapi dalam Sejarah Islam

ArtikelTerkait

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

7 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

“Jika budak itu tidak jatuh ke tanah mencium bau jet, ia dinyatakan bebas penyakit jatuh ambruk,” tulis Owsei Temkin dalam The Falling Sickness: A History of Epilepsy from the Greeks to the Beginnings of Modern Neurology (1971).

Sementara itu, menurut Marten Stol dalam Epilepsy in Babylonia, orang Yunani menganggap epilepsi merupakan ‘penyakit keramat’ yang berasal dari kekuatan gaib.

Adapun studi ilmiah tentang epilepsi pertama kali dilakukan oleh ilmuwan Yunani, Hipocrates. Ia berhasil mengidentifikasi penyakit ayan ini sebagai masalah pada otak.

Hippocrates (460-370 SM), seorang filsuf dan ahli medis Yunani, menolak pandangan umum itu. “Penyakit ini [epilepsi]… tidak lebih suci dibanding penyakit lain; ia memiliki asal-muasal serupa, kesuciannya setara, serta kesempatan pemulihan yang sama dengan penyakit lain,” tulis seorang penulis anonim yang menyarikan kuliah Hippocrates dalam Corpus Hippocratium (400 SM).

Risalah medis dari Hipocrates lantas diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab. Kemudian menjadi rujukan pengembangan kajian kedokteran di dunia Islam.

Umat Muslim mengerahkan kemampuan untuk meneliti penyebab epilepsi serta diagnosisnya secara tepat. Para dokter Muslim membangun penelitian medis yang lebih maju untuk mengurai masalah epilepsi ini.

BACA JUGA: Menderita Epilepsi, Wanita Ini Justru Bukan Meminta Doa Kesembuhan

Lebih dari seribu tahun lalu, ilmuwan dan dokter Muslim berhasil menyusun sejumlah teks dan risalah penting terkait epilepsi. Mereka berkiprah di pusat-pusat ilmu, seperti Baghdad, Kairo, dan Kordoba.

Ibnu Sina (980-1037) adalah ilmuwan sekaligus dokter muslim yang jadi pelopor kajian tentang epilepsi. Ia mengategorikan epilepsi dalam unsur neuropsikiatri. Menurut Syed Wasim dan Hasan Aziz, Ibnu Sina pula yang pertama kali memakai kata ‘epilepsi’ di bidang kedokteran. Kata itu terdapat dalam mahakarya berjudul al-Qanun fi at-Thibb atau Kanun Kedokteran.

Ibnu Sina mengutip dari kata Latin, epilepsia, yang berarti ‘serangan dari luar.’ Ini salah satu kontribusi berharga dari umat Muslim di ranah medis dunia. Istilah itu lantas digunakan secara luas di Eropa hingga berabad-abad kemudian.

Para sejarawan sains tak hanya mengagumi, tapi juga membandingkan karya dan pemikiran Ibnu Sina dan Hipocrates. Kedua ilmuwan legendaris itu diketahui tetap memasukkan persepsi publik terkait aspek supranatural seputar epilepsi. Menurut tokoh bernama lengkap Abu Ali al Husayn ibn Abd Allah ibn Sina itu, epilepsi terjadi karena adanya gangguan pada saraf otak.

“Gejala epilepsi bisa berupa kejang-kejang hingga hilang kesadaran,” kata Ibnu Sina yang dikenal di barat sebagai Avicenna itu.

BACA JUGA: Ibnu Sina, Ilmuwan Muslim yang Kenalkan Metode Karantina

Ibnu Sina membahas secara perinci segala hal tentang epilepsi. Mulai dari jenis, gejala, juga efek yang ditimbulkan. Ia menulis berbagai resep obat, yang terdiri atas bahan herbal dan kimia, bagi penyembuhan epilepsi. Selain itu, Ibnu Sina menyarankan terapi kejiwaan bagi pasien penyakit ini.

Kanun Kedokteran juga membahas penyakit neuropsikiatri lain, seperti halusinasi, mimpi buruk, melankolia, demensia, paralisis, darah tinggi, vertigo, serta tremor. Kontribusi penting turut disumbangkan para ahli kedokteran asal Persia yang berhasil merintis metode penyembuhan epilepsi. []

SUMBER: REPUBLIKA | HISTORIA

Tags: epilepsiibnu sina
ADVERTISEMENT
Previous Post

Wadi, Madzi, dan Mani, Ini Bedanya

Next Post

Jangan Putus Asa!

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

diabetes

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

10 Juli 2025
Puasa, Sakit Kepala, Darah

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

10 Juli 2025
Ciri Tubuh yang Tidak Sehat, Bersin

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

9 Juli 2025
pengentalan darah, pembuluh darah, muntah darah, darah, haid, BAB

7 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

9 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.