• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 11 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Cerita Muslimah Pertama yang Jadi Sopir Bajaj di Somalia

by Eneng Susanti
5 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saynab Abdikarin. Foto: 
Al Jazeera

Saynab Abdikarin. Foto: Al Jazeera

SOMALIA–Saynab Abdikarin (28), menjadi sopir bajaj wanita pertama di Mogadishu, Somalia. Muslimah ini menjadi sopir bajaj demi mencari sesuap nasi.

Ibu dari lima anak itu menjadi sopir bajaj setelah sang suami menggalkan dia sejak 10 bulan lalu. Dia mengaku tidak memiliki siapa pun yang mendukungnya.

“Jika salah satu anak saya tidak enak badan, saya tidak memiliki seorang pun untuk membantu saya. Saya bekerja untuk anak-anak saya,” ujar dia.

Dia biasa mengemudikan bajajnya di ibu kota konservatif Somalia.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

“Saya percaya pekerjaan apa pun yang bisa dilakukan pria juga bisa dilakukan oleh perempuan,” kata Saynab.

BACA JUGA: Seorang Hijaber Jadi Sopir Bus Wanita Pertama di Yunani

Sebagai sopir bajaj perempuan, ada sejumlah tantangan yang harus dia hadapi. Misal, beberapa pria yang tidak mendukung pekerjaannya dan mengatakan perempuan seharusnya di rumah dan tidak bekerja. Selain itu, sebagai sopir bajaj, dia tak lepas dari bahaya di Mogadishu.

Pada April 2019, tiga orang tewas karena ditembak petugas keamanan saat protes yang diramaikan ratusan pengemudi atas pembunuhan seorang sopir bajaj.

Sopir bajaj juga terjebak dalam serangan oleh kelompok al-Shabab yang pejuangnya sering menargetkan pos pemeriksaan keamanan. Pada 13 Februari, tujuh sopir bajaj terluka di sebuah pos pemeriksaan selama pemboman bunuh diri.

Menanggapi itu, pemerintah telah menutup beberapa jalan di Mogadishu. Keputusan tersebut merugikan Saynab dan rekan-rekannya secara finansial. Mereka menyerukan agar pihak berwenang menghentikan kebijakan itu.

Salah seorang penumpang Saynab, Safiya Ali mengatakan, dia memilih Saynab karena ingin mendukung Saynab sebagai sopir bajaj. Safiya telah menjadi pelanggan setia Saynab selama enam bulan terakhir.

“Saya ingin perempuan lain juga naik bajajnya dan lebih menyemangatinya,” kata Safiya.

Namun, dia mengatakan sangat mengkhawatirkan keselamatan Saynab terutama saat Saynab bekerja setelah matahari terbenam. Sebab, menurut dia, keamanan di Mogadishu buruk.

Keselamatan merupakan perhatian utama bagi semua sopir bajaj di Mogadishu. Seperti rekan prianya, Saynab mengatakan ada daerah tertentu yang dia hindari terutama pada malam hari. Beberapa daerah tersebut, yaitu Kaaraan, Shiirkoole, dan Dayniile.

“Anda bisa dirampok atau terbunuh di sana. Saya lebih suka bekerja di pusat kota,” ucap dia.

Kendati begitu, menurut Saynab, menjadi sopir bajaj perempuan terkadang menguntungkan dalam beberapa hal. Contohnya, ketika dia berurusan dengan petugas keamanan. Para petugas polis sering menyulitkan sopir bajaj di banyak pos pemeriksaan. Namun, Saynab mengaku mayoritas petugas tidak menghentikan dia.

“Karena saya seorang perempuan, kebanyakan petugas tidak menghentikan saya. Mereka tidak mengganggu saya. Mereka mengerti saya adalah seorang ibu yang bekerja untuk menghidupi keluarga. Mereka memperlakukan saya dengan hormat,” ujar dia.

BACA JUGA: Saudi Izinkan Perempuan Bekerja sebagai Sopir

Sopir bajaj lain juga menyambut dia dan mereka mengatakan senang memiliki sopir perempuan di antara mereka. Salah seorang rekan Saynab, Noor Aden Isse mengaku senang melihat seorang perempuan bekerja sebagai sopir bajaj.

“Saya ingin memberi tahu semua wanita untuk bekerja dan tidak bergantung pada siapa pun,” kata Noor.

Dilansir dari Aljazirah, Senin (8/3/2021), Somalia memiliki populasi penduduk usia produktif di Afrika dengan lebih dari 70 persen berusia di bawah 30 tahun. Menurut Bank Dunia, tiga dari empat pemuda Somalia tidak memiliki pekerjaan formal karena konflik yang berlarut-larut.

Sedangkan menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lebih dari 60 persen pemuda Somalia berencana pergi untuk mencari pekerjaan yang lebih baik di luar negeri. Namun, Saynab mengatakan anak muda seharusnya tidak meninggalkan Somalia.

“Ada pekerjaan di Somalia jika seseorang ingin bekerja. Saya ingin memberi tahu para perempuan terutama yang bercerai, Anda bisa mengendarai bajaj dan menafkahi keluarga Anda. Lebih baik daripada meminta bantuan dari orang lain,” kata dia. []

SUMBER: AL JAZEERA

Tags: bajajmuslimahSaynabsomaliasopir bajajwanita
Previous Post

Shalat Sunnah yang Paling Utama

Next Post

Harta Paling Baik adalah Harta yang Dimiliki Orang Shalih

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.