ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Bioskop di Arab Saudi akan sesuaikan Jam Tayang Film dengan Waktu Shalat

0

Advertisements

JEDDAH— Bioskop yang baru pertama dibuka di Arab Saudi akan menyesuaikan jadwal tayang film dengan waktu salat dan momentum Ramadan.

Hal itu diungkapkan oleh presiden National Association of Theater Owner John Fithian. Fithian menjawab pertanyaan mengenai kondisi bioskop Arab Saudi yang saat ini baru diisi oleh jaringan bioskop asal Amerika Serikat, AMC Theater.

“Kami telah menawarkan jadwal tayang untuk (menyesuaikan) waktu salat dan untuk keperluan saat Ramadan nanti,” kata Fithian.

Fithian mengatakan saat ini belum diputuskan mengenai kepastian keberadaan ruang salat atau musala di setiap bioskop, namun kemungkinan itu amat besar. Sejauh ini, hanya sejumlah lokasi AMC yang memiliki fasilitas untuk ibadah umat Muslim itu.

Diketahui, Arab Saudi meresmikan bioskop pertama di negeri itu dengan menayangkan film Black Panther pada Rabu (18/4/2018) malam, waktu setempat. Sebelumnya Arab Saudi telah mencabut pelarangan beroperasinya bioskop di negara tersebut pada tahun lalu (2017).

Tantangan membuka bioskop di Arab Saudi ini bukan hanya soal penyesuaian konten dan waktu, namun hingga terkait dengan pemisahan berdasarkan gender untuk mengikuti syariat Islam yang berlaku di negara tersebut.

Related Posts
1 of 3

“Ada banyak pilihan solusi yang telah tersedia,” kata Fithian menjawab terkait pembatasan berdasarkan gender di bioskop di Arab Saudi.

Menurut Fithian, sejumlah pilihan penyesuaian telah disiapkan, mulai dari pemisahan penonton berdasarkan gender, pengaturan waktu tayang, hingga pengaturan tempat dan elevasi kursi.

“Kami baru saja mendiskusikan bagaimana menghormati budaya (setempat) sembari menjual tiket kami,” kata Fithian.

CEO AMC Adam Aron mengatakan rencana sebelumnya untuk pemutaran film di Arab Saudi adalah tidak jauh berbeda dibanding bioskop pada umumnya.

Namun kemudian rencana itu berubah, terbagi menjadi ‘lajang’ yang dikhususkan untuk pria lajang dan ‘keluarga’ dimana wanita baru diperbolehkan menonton bila didampingi oleh suami atau keluarga atau pun saudara kandung.

“Pada akhirnya, kami baru membuka penayangan untuk keluarga,” kata Aron. []

SUMBER: CNN

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline