• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 22 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Bagaimana Dalil terkait Lafaz Takbir Idul Fitri dan Idul Adha

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Tanya Jawab
Reading Time: 2 mins read
A A
0
seni azan, Ilustrasi menara masjid kerajaan Islam di Indonesia sejarah masuknya Islam ke Indonesia azan

Ilustrasi. Foto: Flickr

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TANYA: Lafaz takbir yang biasa dibaca saat Idul Fitri atau Idul Adha, bagaimana dalilnya?

Jawab:

Dalam shalat idul Fitri atau Idul adha, umat Islam mengumandangkan takbir dengan lafaz seperti ini:

الله اكبر ، الله أكبر ، لا اله إلا الله ، الله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد , الله أكبر كبيراً ، والحمد لله كثيراً ، وسبحان الله بكرة وأصيلاً ، لا اله إلا الله وحده ، صدق وعده ، ونصر عبده ، وأعز جنده ، وهزم الأحزاب وحده ، لا اله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون

ArtikelTerkait

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

Adapun penjelasan terkait dalilnya adalah sebagai berikut:

Takbiran dengan lafaz:

” الله أكبر ، الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد “

dasarnya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dan yang lainnya, baik dengan diawali tiga kali takbir atau dengan dua kali takbir. (Al Mushannif, Ibnu Abi Syaibah: 2/165-168, da Irwaul Ghalil: 3/125)

BACA JUGA: Membaca Shalawat di Antara Takbir Zawaid Shalat Ied

Sedangkan takbiran dengan lafaz:

” اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا … إلخ ” :

Imam Syafi’i mengatakan, “Apabila seseorang menambahkan dengan lafaz:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

maka lafaz tersebut adalah baik.” (al Umm: 1/241)

Abu Ishak asy Syairazi mengatakan dalam al Muhadzab: 1/121, “Karena Rasulullah  SAW mengucapkan lafaz tersebut di atas bukit Shafa.”

Ini adalah termasuk perkara yang luas, karena perintah bertakbir sifatnya muthlaq (umum), Rasulullah SAW tidak mengkhususkan lafaz tertentu.

Allah berfirman:

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Maka sunnahnya adalah bertakbir, dengan lafaz apapun.

Imam ash Shan’ani berkata, “…dan dalam penjelasannya banyak sekali sifat takbir untuk hari raya dari beberapa para ulama, ini menunjukkan longgarnya perintah bertakbir, keumuman ayat juga menunjukkan hal tersebut.” (Subulus Salam: 2/72)

Ibnu Habib berkata, “Yang paling saya sukai dari sifat takbir adalah:

الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله والله أكبر ، ولله الحمد على ما هدانا ، اللهم اجعلنا لك من الشاكرين

Ashbagh menambahkan dengan lafaz:

الله أكبر كبيراً ، والحمد لله كثيراً ، وسبحان الله بكرة وأصيلاً ، ولا حول ولا قوة إلا بالله

Lalu dia mengatakan, “Baik engkau tambahi, atau dikurangi lafaz takbir tersebut dengan lafaz yang lain tidak ada masalah.” (‘Iqdul Jawahir Tsaminah: 3/242)

Sahnun berkata, “Saya pernah berkata kepada Ibnul Qasim, ‘Apakah Imam Malik menyebutkan kepada anda lafaz takbir tertentu?’ Dia menjawab, ‘Tidak, tidaklah Imam Malik membatasi dalam masalah ini dengan batasan tertentu.’” (al Mudawwanah: 1/245)

Imam Ahmad berkata, “ini adalah perkara yang luas”

Ibnul Arabi mengatakan, “Ulama kami memilih takbir secara umum, inilah makna yang zahir dari perintah bertakbir dalam al Qur’an, dan saya lebih cenderung kepada pendapat ini.” (al Jami’ li Ahkamil Qur’an: 2/307)

BACA JUGA: Hukum Takbiran (1)

Adapun beberapa lafaz takbir menurut ulama salaf adalah:

1. Lafaz takdir dalam HR Baihaqi

 ” الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد ، الله أكبر وأجل ، الله أكبر على ما هدانا “

(HR. Baihaqi: 3/315, dari Ibnu Abbas, dan dishahihkan al Bani dalam “Irwaul Ghalil: 3/126”)

2. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari: 2/462, berkata, “Adapun lafaz takbir yang paling shahih adalah yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dengan sanad yang shahih dari Sulaiman, yakni:

” كبروا الله : الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر كبيراً “

[]

SUMBER: ISLAMQA

Tags: dalilIdul AdhaIdul FitriTakbir
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan Patuhi Orangtua yang Memaksa untuk Mempersekutukan Allah

Next Post

Khabbab bin Arats, Pandai Besi yang Disiksa Kaum Quraisy karena Keislamannya

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Kerja

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

9 Juli 2025
Musailamah al-Kazzab, Tipe Manusia di Akhir Zaman, ibadah, Sifat Sumber Dosa, Orang yang Tidak Diajak Bicara Allah, Paradoks, syahwat, Muhammadiyah, InsyaAllah, takdir, Nasihat Ibnul Qayyim, Hisab, Buruk, Keutamaan Tauhid, Macam Cemburu, Tauhid, sumpah palsu, Politik, Fitnah, Perkara Akhir Zaman, dosa, pengangguran, Maksiat, Sebab Murtad, Larangan, Maksiat, Jiwa, Ulama, Musuh, Dosa Besar, Kaum Khawarij, Cara Rasulullah Redakan Amarah,Kemaksiatan, Dosa Besar, Rasulullah, Kejahatan Abu Lahab, Bahaya Hasad, Perkara yang Mendatangkan Keburukan, Dampak Buruk Maksiat, Shadenfreude, Ciri Penjilat di Dunia Kerja, Suami yang Ringan Tangan, Bodoh, Dosa Besar, Anak Durhaka

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

2 Juli 2025
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

11 Juni 2025
Adab Melepas Pakaian, Anjing

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

29 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.