• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 25 Februari 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Apa Hukum Ziarah Kubur? Apakah Dibolehkan?

by Mila
8 tahun ago
in Tanya Jawab
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kuburan. Foto: Fatmah/Islampos

Kuburan. Foto: Fatmah/Islampos

SOAL: Apakah berziarah kubur itu dilarang? Mohon disebutkan hadis yang menjadi dalilnya. Dan apakah berdosa orang yang berziarah ke makam wali songo?

Jawab:Hukum ziarah ke kubur itu asalnya adalah sunnah, karena Rasulullah telah menganjurkannya

عَنِ بُرَيْدَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

Dari Buraidah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang silahkan berziarah” (HR. Muslim)

ArtikelTerkait

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ ».

Dari Abu Hurairah, ra, ia berkata. Nabi saw berziarah ke makam ibundanya lalu beliau menangis, dan membuat orang-orang yang ada disekitar beliau ikut menangis, lalu beliau bersabda; Aku telah memohon izin kepada Rabbku untuk meminta ampunkan kepadanya, tetapi Allah tidak mengizinkanku. Dan Aku meminta izin untuk menziarahi makamnya, lalu Dia izinkan aku (untuk menziarahi), maka berziarahlah kalian ke kubur, karena ziarah itu akan mengingatkan kepada kematian (HR Muslim)

BACA JUGA: Ini Tak Boleh Dilakukan ketika Ziarah Kubur

Hadis yang pertama menunjukkan bahwa Rasulullah pernah melarang ziarah kubur. Setelah melihat adanya manfaat yang rajih di dalam ziarah ini maka beliau memerintahkan para shahabat untuk berziarah kubur. Perintah di dalam hadis ini disimpulkan oleh para ahli sebagai sunnah, bukan wajib.

Sedangkan hadis kedua menjelaskan bahwa di dalam berziarah kubur ada hikmah untuk mengingat kematian. Selain untuk mengingat kematian ziarah kubur juga untuk mendo’akan orang yang sudah meninggal. Di antara do’a yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah;

عَنْ عَائِشَة قَالَتْ قُلْتُ كَيْفَ أَقُولُ لَهُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « قُولِى السَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلاَحِقُونَ ».

Dari ‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW: “Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, “Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya -insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).

BACA JUGA: Penghuni Alam Kubur Bisa Mendengar Ketika Diziarahi, Benarkah?

Demikianlah ziarah yang benar.

Namun sekarang ini ada orang yang berziarah bukan untuk mendo’akan mayat, dan juga bukan untuk mengingat kematian. Mereka berziarah karena ingin mendapatkan kelancaran rizki, ingin dikabulkan do’anya, bahkan ada yang ingin mendapatkan nomor buntut. Lalu mereka memohon kepada mayat, agar mendo’akan mereka yang masih hidup. Ada lagi yang meyakini dengan mendo’akan mayat yang shalih, maka orang yang ada didekatnya akan mendapat limpahan pahala dan pengabulan do’anya. Ini semua adalah ziarah kubur yang menyimpang, dan pelakunya bisa menjadi musyrik.

Setiap orang yang meninggal ada di dalam alam barzakh. Alam yang tidak terhubung dengan alam dunia, mana mungkin mereka bisa berkomunikasi dengan manusia yang hidup di dunia? Orang yang sudah meninggal tidak lagi bisa berdo’a, sehingga ia perlu dido’akan, mengapa justru meminta kepada orang yang sudah meninggal? Kalau benar bisa berdo’a, tak perlu dishalatkan, tetapi disuruh shalat sendiri saja. Manusia tidak ada yang bisa dipastikan masuk sorga, jika tidak ditegaskan oleh Allah atau rasulNya sebagai penghuni sorga, dari mana munculnya keyakinan mendo’akan orang shalih lalu yang mendo’akan di dekatnya akan ikut mendapat limpahan pahalanya?

Demikian juga halnya berziarah ke makam wali songo. Asalnya adalah boleh. Tetapi bisa menjadi haram kalau cara berziarahnya menyimpang. Bahkan bisa menjadi musyrik. Seperti orang yang berkeyakinan jika telah berziarah ke makam wali songo tujuh kali, maka sama dengan berhaji di Baitullah. Selain penyimpangan dalam bentuk kemusyrikan yang telah dijelaskan di muka, bersusah payah untuk pergi ke makam wali songo juga merupakan salah satu penyim pangan. Untuk itu dalam berziarah tidak perlu susah-susah pergi ke makam wali songo yang jauh. Kalau kebetulan dekat dengan makam walisongo silakan. Apalagi kalau sampai rela bersusah payah untuk ziarah makam tetapi enggan bersusah payah untuk shalat berjama’ah di masjid.

BACA JUGA: Ketika Kiai NU Masduqie Machfudh Berdialog dengan Dosen Antiziarah

Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Rasulullah melalui Abu Hurairah;

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى ».

Janganlah kalian bersusah payah melakukan suatu perjalanan, kecuali mennuju tiga masjid, yaitu masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsha (HR Muslim)

Hadis ini melarang kita melakukan perjalanan yang berat, kecuali untuk mengunjungi ketiga masjid tersebut di atas. Larangan ini juga memasukkan larangan untuk bersusah payah ntuk berziarah ke makam-makam. []

SUMBER: SOALJAWABISLAM

Tags: hukum ziarah kuburziarah kubur
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bacaan Imam Salah Tajwid, Makmum Harus Bagaimana?

Next Post

Tergesa-gesa menuju Masjid, Bolehkah?

Mila

Mila

Related Posts

Kerja

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

9 Juli 2025
Musailamah al-Kazzab, Tipe Manusia di Akhir Zaman, ibadah, Sifat Sumber Dosa, Orang yang Tidak Diajak Bicara Allah, Paradoks, syahwat, Muhammadiyah, InsyaAllah, takdir, Nasihat Ibnul Qayyim, Hisab, Buruk, Keutamaan Tauhid, Macam Cemburu, Tauhid, sumpah palsu, Politik, Fitnah, Perkara Akhir Zaman, dosa, pengangguran, Maksiat, Sebab Murtad, Larangan, Maksiat, Jiwa, Ulama, Musuh, Dosa Besar, Kaum Khawarij, Cara Rasulullah Redakan Amarah,Kemaksiatan, Dosa Besar, Rasulullah, Kejahatan Abu Lahab, Bahaya Hasad, Perkara yang Mendatangkan Keburukan, Dampak Buruk Maksiat, Shadenfreude, Ciri Penjilat di Dunia Kerja, Suami yang Ringan Tangan, Bodoh, Dosa Besar, Anak Durhaka

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

2 Juli 2025
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

11 Juni 2025
Adab Melepas Pakaian, Anjing

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

29 Mei 2025
Please login to join discussion
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.