• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 28 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Apa Hukum Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban?

by Yudi
6 tahun ago
in Tanya Jawab
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Foto: Unsplash

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TANYA:

Apa hukum menghidupkan malam nishfu Sya’ban?

JAWAB:

Alhamdulillah, wash shalatu was salamu ‘ala Sayyidina Rasulillah.

ArtikelTerkait

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

Mayoritas ahli fiqih dari empat madzhab yang diikuti, berpendapat bahwa menghidupkan malam nishfu Sya’ban hukumnya mustahab (disukai). Hal itu berdasarkan Hadits:

يطلع الله عز وجل إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده إلا لاثنين: مشاحن، وقاتل نفس

Artinya: “Allah ‘azza wa jalla mengamati makhluk-Nya pada malam nishfu Sya’ban, dan Dia mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, kecuali dua orang: yang saling bermusuhan dan yang membunuh orang lain.” (HR. Imam Ahmad, dalam “Al-Musnad” [11/217], dari Hadits ‘Abdullah bin ‘Amr dengan sanad yang shahih dengan syawahid-nya, berdasarkan penelitian para para ulama peneliti pada terbitan Muassasah Ar-Risalah).

BACA JUGA: Ada Apa di Malam Nisfu Syaban?

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam “Al-Mu’jam” dengan sanad yang shahih dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, namun dalam Hadits Ini, Nabi berkata: إلا لمشرك أو مشاحن (Kecuali orang yang menyekutukan Allah atau yang saling bermusuhan). Al-Haitsami berkata: Para perawinya tsiqah.

Makna yang ditunjukkan oleh Hadits ini jelas, bahwa malam ini memiliki keistimewaan berupa karunia, rahmat dan ampunan dari Allah.

Siapa saja yang berupaya meraih keutamaan ini dengan melakukan shalat, dzikir dan berdoa, maka ia layak mendapatkan berbagai keutamaan yang penuh berkah tersebut.

Selain itu, menghidupkan malam untuk ibadah merupakan perkara yang dianjurkan setiap malam, dan itu termasuk malam nishfu Sya’ban ini.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata dalam kitab “Al-Umm”: “Saya menyukai semua yang saya hikayatkan tentang malam-malam ini (termasuk di dalamnya malam nishfu Sya’ban).” Dan yang beliau hikayatkan adalah shalat, doa dan dzikir.

Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah berkata: “Malam ini (yaitu malam nishfu Sya’ban) memiliki keutamaan, di dalamnya terdapat ampunan dan pengabulan doa yang khusus.” (Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra).

Ibnu Nujaim dari kalangan Hanafiyyah berkata: “Salah satu perkara yang disunnahkan adalah, menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, dua malam ‘Id, sepuluh malam pertama Dzulhijjah, dan malam nishfu Sya’ban, sebagaimana disebutkan dalam berbagai Hadits.” (Al-Bahr Ar-Raiq).

Dalam kitab “At-Taj Al-Iklil” (3/319) yang merupakan kitab dari kalangan Malikiyyah disebutkan: “Dianjurkan beribadah di malam tersebut (yaitu malam pertengahan Sya’ban).”

Dan ini juga pendapat dari kalangan Hanabilah, sebagaimana disebutkan dalam “Syarh Muntaha Al-Iradat” karya Al-Buhuti. Ibnu Taimiyyah berkata: “Adapun malam nishfu Sya’ban, terdapat berbagai Hadits dan Atsar yang menyebutkan keutamaannya.

Dan dinukil dari sekelompok ulama salaf, bahwa mereka shalat di malam tersebut. Sehingga seseorang yang shalat sendiri di malam tersebut, sudah ada salaf yang lebih dulu melakukannya, dan ada hujjah atas amalnya tersebut, sehingga hal tersebut tidak bisa diingkari.” (Majmu’ Fatawa).

Namun, kami perlu memberi catatan atas dua perkara penting yang disebutkan oleh para ulama:

Satu, anjuran menghidupkan malam nishfu Sya’ban dengan shalat itu dilakukan secara sendiri-sendiri, bukan secara berjamaah, tidak di masjid, tidak juga di tempat selain masjid.

Yang dianjurkan adalah seorang hamba shalat sendiri menghadap Rabb-nya. Karena itu, para ahli fiqih menyatakan makruhnya menghidupkan malam ini secara berjamaah, dan itu kami temukan dari seluruh ahli fiqih dari empat madzhab.

Dua, tidak boleh membuat tata cara shalat khusus di malam nishfu Sya’ban ini, sebagaimana yang masyhur pada sebagian orang dengan nama “Shalat Alfiyyah”. Shalat ini dikerjakan seratus rakaat, dan di tiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlash sepuluh kali.

BACA JUGA JUGA: Apakah Ada Doa Khusus di Malam Nisfu Syaban?

Dan shalat ini sendiri tidak disyariatkan, dan diingkari oleh para ulama, dan tidak boleh disandarkan pada agama ini. Yang perlu dilakukan di malam ini, cukup seorang muslim shalat semampunya, dan memperbanyak doa serta permintaan kepada Allah.

An-Nawawi berkata: “Shalat yang dikenal sebagai shalat raghaib dan shalat malam nishfu sya’ban seratus rakaat, kedua shalat ini merupakan perkara bid’ah yang mungkar dan jelek. Dan jangan tertipu karena ia disebutkan di kitab “Qut Al-Qulub” dan “Ihya ‘Ulumiddin”, juga dengan Hadits yang menyebutkan kedua shalat tersebut, karena semuanya batil.

Juga jangan terjebak dengan ulama yang samar atas hukum dua shalat ini, sehingga ia menulis tulisan tentang dianjurkannya dua shalat ini, karena ia telah keliru dalam hal itu.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab [4/56]). Wallahu a’lam.

Fatwa Dar Ifta Yordania

Teks asli:

حكم إحياء ليلة النصف من شعبان

السؤال :

ما حكم إحياء ليلة النصف من شعبان؟

الجواب :

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله

ذهب جمهور الفقهاء من المذاهب الأربعة المتبوعة إلى استحباب إحياء ليلة النصف من شعبان؛ لحديث (يطلع الله عز وجل إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده إلا لاثنين: مشاحن، وقاتل نفس) رواه الإمام أحمد في “المسند” (11/217) من حديث عبدالله بن عمرو بسند صحيح بشواهده كما قال المحققون في طبعة مؤسسة الرسالة، ورواه أيضا الطبراني في “المعجم” بسند صحيح عن معاذ بن جبل رضي الله عنه مرفوعا، ولكنه قال: (إلا لمشرك أو مشاحن) قال الهيثمي: رجاله ثقات.

ودلالة الحديث ظاهرة على أن لهذه الليلة مزية فضل ورحمة ومغفرة، فمن تعرض لهذا الفضل بالصلاة والذكر والدعاء رُجي أن ينال من تلك النفحات المباركة، كما أن قيام الليل عبادة مستحبة في كل الليالي، ومنها هذه الليلة.

قال الإمام الشافعي رحمه الله في كتاب “الأم”: “أنا أستحب كل ما حكيت في هذه الليالي [منها ليلة النصف من شعبان]”. وما حكاه هو القيام والدعاء والذكر.

ويقول ابن حجر الهيتمي رحمه الله: “لهذه الليلة [يعني النصف من شعبان] فضل، يقع فيها مغفرة مخصوصة واستجابة مخصوصة” “الفتاوى الفقهية الكبرى”.

وقال ابن نجيم من الحنفية: “ومن المندوبات إحياء ليالي العشر من رمضان، وليلتي العيدين، وليالي عشر ذي الحجة، وليلة النصف من شعبان، كما وردت به الأحاديث” “البحر الرائق”.

وجاء في “التاج والإكليل” (3/319) من كتب المالكية: “رغب في قيام تلك الليلة” [يعني منتصف شعبان].

وهو مذهب الحنابلة أيضا، كما في “شرح منتهى الإرادات” للبهوتي، وقال ابن تيمية: “وأما ليلة النصف فقد روى في فضلها أحاديث وآثار، ونقل عن طائفة من السلف أنهم كانوا يصلون فيها، فصلاة الرجل فيها وحده قد تقدمه فيه سلف وله فيه حجة فلا ينكر مثل هذا” “مجموع الفتاوى”.

ولكن ننبه هنا إلى حكمين مهمين نص عليهما العلماء:

أولا: استحباب إحياء ليلة النصف من شعبان بالصلاة إنما يكون فرادى، وليس جماعة، لا في المسجد ولا في غير المسجد، وإنما بالقيام الفردي بين العبد وربه. ولذلك نص الفقهاء على كراهة إحيائها جماعة، وجدنا ذلك لدى جميع السادة الفقهاء من المذاهب الأربعة.

ثانيا: لا يجوز تخصيص هيئة خاصة للصلاة ليلة النصف من شعبان، بما اشتهر عند بعض الناس باسم “الصلاة الألفية”، وهي مائة ركعة يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة سورة الإخلاص عشر مرات، فهذه الصلاة أيضا غير مشروعة، وأنكرها العلماء، ولا يجوز نسبتها إلى الدين، وإنما يصلي المسلم وحده ما تيسر له، ويحرص على كثرة الدعاء وسؤال الله الحاجات.

قال النووي: “الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة، وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان، ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب وإحياء علوم الدين، ولا بالحديث المذكور فيهما فإن كل ذلك باطل، ولا يغتر ببعض من اشتبه عليه حكمهما من الأئمة فصنف ورقات في استحبابهما؛ فإنه غالط في ذلك” المجموع شرح المهذب (4/56). والله أعلم

SUMBER: ALIFTAA.JO

Penerjemah: Muhammad Abduh Negara

 

Tags: malam nisfu sya'bannisfu sya'ban
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa yang Membuat Ayah Bahagia

Next Post

Adakah Doa Khusus di Malam Nisfu Sya’ban?

Yudi

Yudi

Related Posts

Kerja

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

9 Juli 2025
Musailamah al-Kazzab, Tipe Manusia di Akhir Zaman, ibadah, Sifat Sumber Dosa, Orang yang Tidak Diajak Bicara Allah, Paradoks, syahwat, Muhammadiyah, InsyaAllah, takdir, Nasihat Ibnul Qayyim, Hisab, Buruk, Keutamaan Tauhid, Macam Cemburu, Tauhid, sumpah palsu, Politik, Fitnah, Perkara Akhir Zaman, dosa, pengangguran, Maksiat, Sebab Murtad, Larangan, Maksiat, Jiwa, Ulama, Musuh, Dosa Besar, Kaum Khawarij, Cara Rasulullah Redakan Amarah,Kemaksiatan, Dosa Besar, Rasulullah, Kejahatan Abu Lahab, Bahaya Hasad, Perkara yang Mendatangkan Keburukan, Dampak Buruk Maksiat, Shadenfreude, Ciri Penjilat di Dunia Kerja, Suami yang Ringan Tangan, Bodoh, Dosa Besar, Anak Durhaka

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

2 Juli 2025
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

11 Juni 2025
Adab Melepas Pakaian, Anjing

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

29 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.