ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Antisipasi Ancaman Teror, Tunisia Perpanjang Keadaan Darurat Negara

Foto: NDTV.com
0

TUNIS – Tunisia memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan di seluruh wilayah negara Afrika Utara itu sejak serangan teror mematikan ISIS pada tahun 2015.

Presiden Beji Caid Essebsi memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan yang dimulai dari 16 Februari, demikian kantor kepresidenan mengumumkan hari Kamis kemarin (16/2/2017).

Perpanjangan keadaan darurat ini datang meskipun sebelumnya sudah ada jaminan dari pemerintah untuk meningkatkan keamanan di negara itu, lapor Press TV.

Sebelumnya pada hari Rabu, Perdana Menteri Youssef Chahed mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa keadaan darurat akan secara definitif diangkat dalam tiga bulan.

Keadaan darurat memberikan kekuasaan khusus bagi polisi hak untuk melarang aksi pemogokan dan pertemuan yang cenderung memprovokasi. Keadaan darurat ini juga memungkinkan pihak berwenang untuk memastikan kontrol terhadap pers.

Mengomentari keadaan darurat itu, Menteri Pertahanan Farhat Horchani mengatakan bahwa ada kemajuan yang besar soal situasi keamanan negara dibandingkan dengan beberapa waktu lalu.

“Namun selama kami terhubung ke Libya dan selama Libya tidak memiliki pemerintahan yang bisa mengendalikan keadaan, ancaman keamanan itu tetap ada,” ia memperingatkan.

Tunisia berbatasan 500 kilometer dengan Libya. Negara itu terus terjebak kekacauan sejak penggulingan Moammar Gaddafi, pada tahun 2011. Karena itu pula, memanfaatkan situasi kacau tersebut, kelompok ISIS berhasil mendapatkan tempat di Libya.

Keadaan darurat diberlakukan di Tunisia sejak November 2015 ketika serangan bom mematikan menewaskan 12 penjaga presiden di ibukota Tunis. [fq/islampos]

loading...
loading...