• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Anaknya Nggak Mau Diam

by Eva F Hasan
9 tahun ago
in Wacana
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Diam

Foto: News on Heart.org

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

”BOLEHKAH saya curhat tentang mendidik anak, Bunda?” tanya seorang teman.

Saya jawab, “Silahkan, mudah-mudahan saya bisa membantu.”

“Saya memiliki anak laki-laki usia 19 bulan, aktif banget, Bunda. Kalau lagi diajak jalan-jalan di luar pasti tetangga pada ngomong gini, ‘Pantesan, ibunya langsing, anaknya nggak mau diam.’ Maklumlah Bunda, anak cowok kebanyakan memang gitu,” ujar teman saya itu.

“Saya sangat bersyukur dianugerahi buah hati oleh Allah. Tapi yang jadi masalah adalah kurangnya kesabaran saya dalam mendidik dan merawat anak saya. Kadang di saat capek, ada saja tingkah lakunya yang memancing emosi saya, seperti numpahin air di ruang tamu, pegangin anti nyamuk yang lagi nyala. Dan kegiatan lain yang membuat saya emosi.”

ArtikelTerkait

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

Ga Bisa Baca Hadist

Gendong Ala Drakor

“Kalau sudah begitu, saya bentak atau saya marah, tapi saya antimemukul atau mencubit, dan bentuk fisik lainnya. Saya merasa jadi ibu yang nggak baik. Dalam hati saya sebenarnya saya nggak mau membentak anak saya, tapi rasa capek mengalahkan rasa iba saya terhadapnya. Saya ingin jadi ibu yang sabar, yang tidak menyakitinya dengan kata-kata saya.”

Saya tersenyum kemudian menanggapinya, “Pertama saya ralat kata-kata, ‘Anak gak mau diam’. Mari kita ubah dengan ‘Anak senang bergerak.’ Anak usia 19 bulan memang harus banyak bergerak, melihat, meraba, mendengar, mencium.

Ia bergerak untuk mendapat pengetahuan, ia lakukan semua hal, ia mau mencoba segala sesuatu. Ia lihat atau amati suatu benda kemudian ia pegang untuk merasakannya. Ia sedang melakukan uji coba. Ia sedang meneliti. Melalui itu semua ia belajar. Jika kita hambat, maka ia akan berhenti jadi peneliti. Menghambat dengan apa? Memarahi, memelototi, berteriak, mengata-ngatai dan hal-hal negatif lainnya.

“Ketika ia menumpahkan air kenapa kita harus marah? Ibu yang cerdas melihat air tumpah akan bicara, ‘Wah ada air yang tumpah, sekarang airnya pindah ya, dari gelas pindah ke lantai, coba lihat gelasnya kosong, tadi gelasnya berisi air. Perhatikan lantainya, air menggenang di lantai. Lantainya basah oleh air. Nah, agar lantainya tidak licin, kita harus keringkan lantainya, ayo kita ambil lapnya. Sekarang mama lap lantainya, alhamdulillah lantainya sudah kering, airnya berpindah dari lantai ke lap. Sekarang yang basah lapnya’.”

Dari air yang tumpah saja anak mendapat pengetahuan. Pengetahuan tentang volume, kosong dan isi. Pengetahuan sains tentang perpindahan benda cair. Pengetahuan bahasanya bertambah dengan adanya penambahan kosakata baru. Mengenal lawan kata basah kering. Melalui itu semua anak belajar.

Kita menjadi marah, tidak sabar karena kita belum menjadi ibu yang cerdas. Mendidik anak tanpa ilmu membuat kita jadi ibu yang serba tidak tahu. Alasan capek membuat kita berubah jadi ibu yang mengerikan. Seharusnya kita memahami, menjadi kita pasti capek.

Namun jika dilalui dengan penuh keikhlasan dan menikmati tugas yang Allah berikan. Capek kita akan berbuah kebahagiaan. Maka masihkah harus marah pada bayi kita? []

Tags: AnakNote
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berharap Hujan Berhenti adalah Sebuah Kesombongan

Next Post

Peringatan Bagi Mereka yang Melupakan Shalat Malam

Eva F Hasan

Eva F Hasan

Related Posts

Nggak Ada Obat, Potongan Rambut Laki-laki yang Tidak Diperbolehkan dalam Islam

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

13 Desember 2024
Damaskus

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

8 Desember 2024
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Ga Bisa Baca Hadist

10 Agustus 2024
Sikap Suami yang Harus Disyukuri Istri, , Nikah, Tips yang Harus Dikuasai Istri Agar Suami Betah di Rumah, Sifat Istri yang Mendatangkan Rezeki bagi Suami, Drakor, Istri

Gendong Ala Drakor

10 Agustus 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.