• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 28 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Aku Takut pada Doa Tidurnya

by Ari Cahya Pujianto
7 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Foto: Vecteezy

Foto: Vecteezy

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Seseorang yang melakukan amal tanpa ilmu, amalnya akan sia-sia belaka dan pasti ditolak. Rasulullah sudah menemukan buktinya.

HARI itu sangat cerah. Dalam jangka waktu yang lama, sering kota tdak pernah ditimpa hujan. Hanya pada tempat-tempat tertentu saja seisi kota dinaungi oleh sesuatu yang bisa memberikan keteduhan. Bahkan pohon-pohon pun sering kali tidak cukup untuk tubuh bersembunyi dari sengatan sinar matahari. Dalam cuaca dan kondisi seperti itu, sepertinya banyak orang yang memilih untuk berdiam diri saja di dalam ruangan, ketimbang berkeliaran di luar.

Bagi Rasulullah, tidak ada lagi tempat yang membuatnya nyaman selain di masjid. Masjid, baginya, sudah layaknya rumahnya sendiri. Bagaimana tidak, untuk banyak keperluan hidup, ia melakukan dan memulainya dari Masjid. Bahkan Nabi pun membina dan merancang semua agenda-agendanya di dalam masjid bersama sahabat-sahabatnya.

Tapi, entah kenapa, siang itu masjid terasa sepi. Belum ada siapa-siapa. Mungkin para sahabat tengah mencari penghidupan untuk anak dan istrinya. Maka Rasulullah pun bergegas melangkahkan kaki ke dalam masjid.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Tepat ketika Rasulullah akan memasukki pintu masjid, alangkah terkejutnya ia. Bukan apa-apa, tepat di samping pintu masjid, beliau melihat sesosok tubuh. Membayang. Dan akhirnya semakin jelas. Ternyata ia adalah Iblis yang terkutuk. Hmm, ada apakah gerangan kiranya, ia berada di tempat sesuci ini? Ketika Rasululllah melongokkan kepalanya ke dalam masjid, ada dua orang di sana. Hanya, yang seorang tengah melaksanakan shalat. Dan seorang lagi tampak tengah tertidur pulas dekat pintu.

Rasulullah bergegas menghampiri Iblis. Beliau bertanya dengan penuh keheranan, “Hai Iblis, apa yang sedang kaulakukan di sini?”

Ditanya sedemikian rupa, apalagi oleh Rasulullah, Iblis mendelik. Ia tidak kaget sama sekali kalau manusia yang satu ini bisa mengetahui kehadirannya. Dengan ketakutan, ia pun menjawab, “Sejujurnya aku hendak masuk ke dalam masjid untuk menggoda dan merusak ibadah orang yang sedang shalat itu.”

Rasulullah mengernyitkan keningnya tanda semakin keheranan. Kalau itu saja yang ingin dilakukan mahluk terkutuk itu, apa sulit baginya? Rasulullah menduga-duga, pasti ada sesuatu yang lain. “Mengapa kauurungkan? Apa yang menghalangimu?”

Iblis tidak menjawab segera. Ia kembali menatap wajah Rasulullah. Tetapi segera tertunduk kembali. “Ada orang itu yang tengah tertidur di dekat pintu….”

Rasulullah semakin keheranan, “Ia yang sedang tertidur? Ada ada dengannya?”

“Aku takut kepadanya…..” jawabnya gemetar.

Nabi sekarang benar-benar tidak bisa menyembunyikan keheranannya yang luar biasa. Bagaimana seorang Iblis bisa takut kepada manusia yang tengah tertidur pulas dan bahkan seperti tidak berada di dunia—saking pulasnya? “ Hai Iblis, aneh benar engkau. Sungguh-sungguh aneh! Aku tidak habis pikir, engkau justru takut kepada orang yang sedang tidur, padahal ia lalai dan lupa. Mengapa engkau tidak takut kepada orang yang sedang shalat itu, sedangkan ia berada dalam keadaan ibadah dan munajah kepada Allah?”

Iblis merunduk. Ia masih gemetaran. Melihat Iblis seperti itu, Rasulullah membiarkannya saja.

“Engkau ingin tahu, Rasulullah…?” tanya Iblis.

Rasulullah mengangguk kepalanya segera. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat menarik, karena sungguh-sungguh langka luar biasa Iblis bisa tak berdaya pada manusia yang tengah tertidur.

Akhirnya dengan masih ketakutan, Iblis berkata terpatah-patah, “Ketahuilah olehmu, hai Rasulullah. Aku tidak takut pada orang yang tengah shalat itu karena orang itu bodoh. Ia tidak pernah mencari ilmu sehingga ita tidak tahu bagaimana melaksanakan shalat dengan baik dan benar. Bagiku, mengganggu dan merusak ibadahnya semudah membalikkan telapak tangan. Aku tidak akan banyak bekerja terlalu sulit untuk membuatnya seperti itu…”

Rasulullah masih heran mendengar penuturan Iblis, “lantas, kenapa kautakut kepada orang yang tengah tertidur itu?”

“Hmmm,” Iblis menukas, “sebab, orang yang sedang tertidur lelap itu adalah orang alim. Ia mempunyai banyak ilmu. Bahkan ketika ia tidurpun ia memakai ilmu—tidak asal tidur saja, hingga perlindungan Allah begitu kuat terhadapnya. Itu yang menyebabkan aku menjadi takut masuk ke dalam masjid. Karena jika aku sudah berhasil mengganggu orang yang tengah shalat itu, pasti orang alim tersebut akan mampu mengusir aku dengan doa yang dibacanya sebelum tidur!”

Rasulullah mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar keterangan Iblis yang jujur itu. Beliau makin sadar bahwa ilmu adalah satu-satunya senjata dan modal bagi umatnya untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan dunia akhirat.

Rasululah teringat ia pernah diberitahu oleh Allah swt, bahwa ketika Nabi Sulaiman disuruh memilih karunia yang disukainya, apakah harta, tahta, ataukah ilmu, Nabi Sulaiman justru mengambil ilmu.

Kalau ia memilih harta, belum tentu tahta dan ilmu didapatnya. Jika ia mengambil tahta maka harta dan ilmu juga belum tentu bisa diraihnya. Tetapi dengan memilih ilmu, akhirnya harta dan tahta dimilikinya. []

Sumber:  PERI HIDUP NABI & PARA SAHABAT – Kumpulan Kisah Yang Menyentuh & Menggetarkan Hati /PENULIS: Saad Saefullah/ PENERBIT: Islampos Global Media

ADVERTISEMENT
Previous Post

Perbagus Makananmu Niscaya Maqbul Doamu

Next Post

Kehadiran Tartan Islami di Skotlandia

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.