islampos
Media islam generasi baru

Akankah Akhir Perjalan Kita Seperti Mereka?

Foto: Tribun Solo
0

Jauh sebelum bumi diciptakan Allah telah menentukan Jodoh, kematian, rezeki seorang hamba-Nya. Kapan kita bertemu jodoh, berapa banyak rizki yang kita dapatkan, serta kapan kita meninggal, semuanya telah tercatat rapi dalam lauhul mahfuz, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui rahasia itu.

Soedarso, pria berusia 82 tahun asal Sukoharjo menyampaikan sebuah pesan yang sangat mengharukan kepada isrti tercinta, Sumiyati. Pesan yang ternyata menjadi petanda sebelum mereka selamanya pergi meninggalkan dunia yang fana.

Sang Anak, Siti Nurhayati mengatakan, “tiga hari sebelum berangakat haji, ibu sempat dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo karena kondisi fisik yang lemah. “

Di saat seperti itulah sang suami menyemangati istrinya agar cepat sembuh, “ istriku, semangat, semoga lekas sembuh. Besok kita akan berangkat haji bersama dan kita akan pulang bersama,” tutur Siti yang mengenang kata-kata ayahnya.

Siapa yang mengetahui ternyata kata-kata tersebut adalah sebuah isyarat bahwa usia yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada Soedarso dan Sumiyati tinggal menghitung hari.

Dirilis oleh TribunSolo.com, Sumiyati mengembuskan nafas terakhir pada Sabtu (2/9/2017) dan Soedarso Senin (4/9/2017), setelah mereka menunaikan wajib haji.

Akhir yang sangat membahagiakan. Meninggal di tahan suci bersama dengan seseorang yang dicintai.
Manusia mana yang tidak ingin hidup dan mati bersama dengan orang yang dicintai? Bahkan putri Rasulullah, Fatimah binti Muhammad pun sangat bahagia ketika mendapatkan kabar, bahwa setelah Rasulullah wafat, ialah dari ahlul bait yang akan wafat menyusul Rasulullah.

Manusia tidak pernah mengetahui kapan ia akan meninggal dan bagaimana caranya. Kematian tidak dapat dimajukan atau dimundurkan, akan tetapi manusia dapat meminta kepada Allah bagaimana ia akan meninggal, akankah meninggal dalam keadaan husnul khatimah atau su’ul khatimah, kita lah yang memilih dan Allah yang menentukan.

Pelajaran berharga dari pasangan jama’ah haji kloter 36 Solo ini, mereka adalah hamba Allah yang kesekian yang menunjukkan akan kekuatan cinta. Cinta yang membuat hubungan pernikahan langgeng hingga ajal menjemput, bahkan Allah taqdirkan mereka wafat bersama.

Pelajaran berharga lainnya, perbanyaklah mengingat kematian, karena kematian itu sangat dekat dengan kita. Serta berdo’alah agar Allah memberikan kita akhir kehidupan yang baik, meninggal ditempat terbaik, dan bersama orang yang dicintai. Akankah akhir perjalananku seperti kalian? Wallahu’alam. [Eka Aprila]

loading...
loading...