• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 6 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Siapakah Orang yang Bangkrut Itu?

by Rifki M Firdaus
9 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maksiat

Foto: Pijar Psikologi

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ns Risno, ensrisno@gmail.com

Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?

Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut dikalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan harta.”

Rasulullah kemudian bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sholat dan zakat namun juga datang dengan membawa dosa kedzoliman.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu.

Maka sebagai tebusan atas kedzolimanya tersebut diberikanlah kebaikanya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikanya itu telah habis sementara semua kedzolimanya belum habis. Diambilah kejelekan yang dimiliki oleh orang didzoliminya lalu ditimpakan kepadanya kemudian ia dicampakan kedalam neraka. (HR Muslim).

Hadits ini menjelaskan bahwa hakikat orang bangkrut yang sesungguhnya bukanlah orang yang ketika didunia tidak memiliki harta benda seperti, uang, rumah, tanah, kendaraan, kebun, ternak dan lain sebagainya.

Namun, hakikat orang bangkrut yang sesungguhnya adalah orang yang kelak di akhirat datang dengan membawa segudang pahala, tapi juga setumpuk dosa kedzoliman.

Ketika didunia, sholat juga ia dirikan, puasa dikerjakan, zakat dilaksanakan, haji ditunaikan bahkan berkali kali. Tapi di sisi lain ia juga melakukan berbagai bentuk kedzoliman. Seperti; mencela orang lain, memfitnah orang lain, mengambil hak orang lain, merampas harta orang lain, memukul, membacok atau bahkan membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan serta berbagai bentuk kedzoliman lainya.

Kenapa ia menjadi orang yang bangkrut?

Karena di akhirat kelak, dipengadilan Allah, pahala shalatnya, zakatnya, puasanya, hajinya, dan semua pahala amal kebaikan yang pernah dikerjakan akan diberikan kepada orang orang yang pernah didzolimi.

Dan jika amal kebaikanya telah habis semua, sementara dosa kedzolimanya belum juga tuntas. Maka akan diambilah dosa dan kesalahan orang orang yang pernah didzolimi tersebut lalu ditimpakan kepadanya.

Sudah kehabisan pahala, masih ditimpakan dosa orang lain lagi. Bukankah kalau sudah begitu orang tersebut benar benar telah menjadi bangkrut.

Kalau bangkrutnya didunia masih ada kesempatan untuk membenahi diri. Tapi kalau bangkrutnya diakhirat, sudah tidak ada kesempatan lagi untuk membenahi diri. Kalau bangkrutnya didunia, kesengsaraanya akan berakhir dengan datangnya kematian. Tapi kalau bangkrutnya di akhirat, bukankah akhirat negeri yang tak berujung.

Oleh karena itu, selagi kita masih tinggal didunia hendaknya senantiasa berhati hati dan menjaga diri. Di samping berusaha untuk melaksanakan perintah-Nya, juga harus berusaha untuk meninggalkan larangan-Nya.

Disamping berusaha untuk mendapatkan banyak pahala, juga harus berusaha untuk menjauhi perbuatan dosa. Disamping menghindari dosa yang berhubungan langsung terhadap Yang Maha Pencipta, juga harus menghindari dosa yang berhubungan terhadap sesama.

Jangan menganiaya dan mendzolimi orang lain dalam bentuk apapun dan sekecil apapun, terlebih bagi mereka yang diberi kekuasaan kewenangan. Karena akibat dosa inilah seseorang akan menjadi bangkrut kelak di akhirat. Wallahu A’lam. []

Tags: akhiratamalbangkrutdzalimmanusiaOrang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membincang Pornografi dan Pornoaksi, Surga Palsu Masyarakat Kapitalis

Next Post

Berdebat, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.