• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Nabi Nuh, Mental yang Kuat dalam Mendidik Anak

by Yudi
3 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nabi Nuh, Bahtera Nabi Nuh, Maksud Hari Sabtu Penuh Tipu Daya

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

AIR mulai mengalir dari dalam bumi. Hujan, petir dan badai mengepung kapal Nabi Nuh. Dari atas kapal, Nabi Nuh memperhatikan umatnya yang berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan akalnya. Yaitu, berlari ke gunung yang tinggi agar terhindar dari banjir. Itulah jangkauan akal manusia.

Dari atas kapal, Nabi Nuh melihat putranya yang tengah mendaki gunung yang tertinggi. Nabi Nuh sudah mendapatkan wahyu bahwa dataran akan tenggelam berapapun ketinggiannya. Maka diajaklah sang putra untuk naik ke kapal. Berdoalah Nabi Nuh agar sang putra diselamatkan.

Perjuangan Nabi Nuh untuk menyadarkan, memperbaiki, mendidik dan berdakwah pada putranya. Kasih sayang Nabi Nuh yang terus tercurah dan tak terputus pada putranya. Tak mengenal putus asa untuk mendidik putranya.

Dialog antara Nabi Nuh di atas kapal dengan putranya yang tengah mendaki gunung dengan dilatarbelakangi hujan, angin, badai dan ombak gelombang yang besar, tak menyurutkan ikhtiar Nabi Nuh untuk berdakwah kepada putranya. Doa pun dipanjatkan dengan kesungguhan, kepasrahan dan keikhlasan. Itulah mental mendidik anak yang luar biasa.

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

BACA JUGA:  Bekal Aminah Untuk Putranya Muhammad ﷺ

Tak ada putus asa dalam berdoa. Tak berhenti berikhtiar apa pun kondisinya sebelum takdir-Nya berlaku. Nabi Nuh terus mendidik putranya hingga Allah memutuskan bahwa putranya bukan keluarganya lagi. Setelah gunung gelombang membatasinya. Setelah suaranya tak lagi bisa didengar oleh putranya. Barulah Nabi Nuh berhenti berdoa dan berikhtiar dalam mendidik putranya.

Nabi Nuh tidak saja memiliki mental yang kuat dalam memperbaiki kaumnya, tetapi juga dalam mendidik putranya. Sang ayah terus berusaha menyelamatkan sang putra agar beriman kepada Allah. Menyadarkan tidak ada keselamatan dan pertolongan kecuali dari Allah. Walaupun banjir, gelombang, hujan, badai dan petir membatasi keduanya.

Fakta Nabi Nuh, Wasiat Nabi Nuh, Bahtera Nabi Nuh, Nabi Nuh
Foto: YouTube

BACA JUGA:  Perjalanan Leluhur Rasulullah ﷺ di Antara Bangsa Besar di Dunia

Kisah Nabi Nuh, sebuah kisah mental dalam mendidik keluarga. Sebelum putranya wafat, berarti pintu doa masih terbuka. Pintu ikhtiar harus terus dilakukan. Tanggungjawab mendidik itu hingga putranya wafat. Walaupun sadar bahwa sang Nabi pun tak bisa memberikan maslahat dan hidayah. []

Tags: Nabi NuhNasrulloh BaksolaharPutra Nabi Nuh
ADVERTISEMENT
Previous Post

4 Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Shalat Rawatib

Next Post

Syarat Imam dalam Shalat

Yudi

Yudi

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.