• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menyaksikan Ketegaran Muslimah di Penjara Mesir, Dokter Atheis Masuk Islam

by Eppi Permana Sari
9 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

REZIM otoriter Mesir sengaja memilih dokter-dokter non muslim untuk mengobati aktivis Ikhwanul Muslimin yang dipenjara.

Tujuannya dua. Pertama, untuk menjaga agar para tahanan itu tetap hidup supaya bisa diperiksa. Kedua, agar dokter-dokter itu bertindak sesuai perintah rezim dan tidak ada kasihan atas dasar agama.

Diantara dokter itu ada yang bernama Muslim. Meskipun namanya Muslim, tapi ia tidak beragama alias atheis. Ia bersama tiga dokter lainnya ditugaskan untuk mengobati Zainab Al Ghazali, ketua divisi akhwat Ikhwanul Muslimin saat itu.

Telah lama sang dokter memperhatikan penderitaan yang dialami oleh Zainab. Cambuk menjadi menu sehari-hari penyiksaan muslimah ini. Ia juga sering dipindahkan dari satu sel ke sel lain demi mendapatkan variasi hukuman yang bermacam-macam.

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

Hari itu, Zainab hampir sekarat setelah mendapatkan 6.800 cambukan. Bayangkan, 6.800 cambukan. Setiap kali akan dicambuk, Zainab mengikat pakaiannya dengan tali agar jika pakaian luarnya robek, auratnya tidak terbuka.

Setelah dicambuk sebanyak itu, ia dihadapkan pada Menteri Pertahanan Syamsu Badran dalam kondisi tak berdaya dan penuh luka. Rupanya, Presiden Gamal Abdul Nashir juga datang ke penjara khusus untuk menginterogasinya.

Mereka bertanya apa yang akan dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin jika berhasil menduduki kursi presiden. Zainab Al Ghazali menjawab bahwa tujuan Ikhwan bukanlah mencari kursi, melainkan menegakkan panji Islam.

“Kalaupun Ikhwanul Muslimin berhasil menduduki kursi itu, tidak mungkin aku duduk di atasnya karena aku seorang muslimah dan seorang muslimah tidak boleh menjadi kepala negara,” jawab Zainab Al Ghazali.

Mendapatkan jawaban tegas dan merasa dipermalukan, Syamsu Badran memerintahkan kepala penjara untuk menambahkan hukuman hari itu kepada Zainab. “Tambah cambukannya sebanyak 250 cambukan!”

Melihat kondisi Zainab, dokter Muslim yang masih atheis mengajukan permintaan kepada Gamal Abdul Nashir. “Apakah Anda menginginkan Zainab tetap hidup?”

“Ya, tentu saja. Jangan sampai ia mati”

“Kalau demikian, ia perlu disuntik dengan obat ini di tulang belakangnya”.

Setelah mendapat suntikan itu Zainab pingsan selama 24 jam. Ketika sadar ia melihat dokter tadi sedang merawatnya. “Wahai dokter,” kata Zainab ketika membuka mata, “engkau tidak akan dapat menambah umurku meskipun hanya sedetik”

Lalu Zainab membacakan firman Allah:

“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak akan dapat menundanya barang sedetik pun, tidak pula bisa memajukannya,” (QS. Yunus: 49).

Mendengar itu, dokter tersebut berkata, “Zainab, saya ingin menjadi seorang Muslim”

“Bukankah namamu sudah Muslim?”

“Aku ingin masuk Islam sepertimu”

“Ucapkanlah, asyhadu an laa ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah”

Dokter tersebut masuk Islam. Dan ternyata bukan hanya dia seorang yang masuk Islam di penjara. Rupanya Allah memberikan barakah dakwah hingga sejauh itu. Meskipun dipenjara, para aktivis Ikhwanul Muslimin tetap bisa berdakwah. Kadang tidak dengan kata-katanya tetapi dengan sikap dan perilakunya.

Pergilah kepada Sayyid Qutb,” pesan Zainab, “Ia akan mengajarimu tentang Islam”

Saat itu Sayyid Qutb juga dipenjara satu lokasi dengan Zainab. Tentu saja, selnya berbeda. []

 

 

Sumber: Tarbiyah

 

Tags: akhatdokterMualafpenjara mesir
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seville Mosque Foundation: Setiap Pekan, Ada Warga yang Masuk Islam di Spanyol

Next Post

Hamas: Ada Campur Tangan Israel di Balik Penghentian Gaji dan Tunjangan

Eppi Permana Sari

Eppi Permana Sari

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.