• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

7 Bahaya Kesehatan Jika Laki-laki Tidak Disunat

by Yudi
1 tahun ago
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
pendidikan, anak, nama anak, cerdas, disunat

Foto: Unsplash

SUNAT atau sirkumsisi adalah prosedur medis yang melibatkan pengangkatan kulup (kulit yang menutupi kepala penis). Dalam banyak budaya dan agama, sunat dilakukan karena alasan spiritual, sosial, atau kesehatan. Dari segi medis, ada sejumlah bahaya kesehatan yang dapat muncul jika seorang laki-laki tidak disunat. Berikut beberapa di antaranya:

1. Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) Lebih Tinggi

Kulup yang tidak disunat dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang berisiko menyebabkan infeksi saluran kemih. ISK yang sering terjadi dapat berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi ginjal.

BACA JUGA: Hukum Nikah dengan Mualaf yang Belum Disunat

2. Penumpukan Smegma dan Risiko Infeksi

Smegma adalah zat putih yang terdiri dari sel kulit mati dan minyak yang dapat menumpuk di bawah kulup. Jika tidak dibersihkan secara teratur, smegma bisa menyebabkan bau tidak sedap dan meningkatkan risiko infeksi, termasuk balanitis (peradangan pada kepala penis).

ArtikelTerkait

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

7 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual seperti HIV, herpes, dan HPV. Ini karena kulup dapat menjadi tempat berkembangnya virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi.

4. Risiko Fimosis dan Parafimosis

Fimosis adalah kondisi di mana kulup terlalu ketat sehingga sulit ditarik ke belakang, menyebabkan nyeri dan infeksi. Parafimosis, sebaliknya, terjadi ketika kulup tidak bisa dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik, yang dapat menghambat aliran darah dan memerlukan tindakan medis darurat.

5. Meningkatkan Risiko Kanker Penis

Kanker penis merupakan penyakit langka, tetapi lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat. Ini karena kebersihan yang buruk akibat penumpukan bakteri dan virus di bawah kulup dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

6. Risiko Infeksi pada Pasangan

Laki-laki yang tidak disunat memiliki kemungkinan lebih besar menularkan infeksi ke pasangan mereka, seperti infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita.

BACA JUGA: Dukung Larangan Sunat, Partai di Swedia Kena Kritik Muslim dan Yahudi

7. Masalah Kebersihan dan Bau Tidak Sedap

Tanpa sunat, kebersihan penis memerlukan perhatian lebih. Jika tidak dibersihkan dengan benar, kulup dapat menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu kenyamanan pribadi dan pasangan.

Meskipun sunat adalah pilihan pribadi atau budaya, banyak penelitian menunjukkan manfaat kesehatannya. Sunat dapat membantu mengurangi risiko infeksi, meningkatkan kebersihan, dan melindungi dari berbagai penyakit serius. Oleh karena itu, mempertimbangkan manfaat medis dari sunat dapat menjadi keputusan yang baik bagi kesehatan jangka panjang laki-laki. []

Tags: Anakdisunatlaki-lakiSunat
Previous Post

7 Dampak Buruk Istri yang Suka Umbar Kekurangan Suami

Next Post

Siapa Raja Namrudz?

Yudi

Yudi

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.