• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

4 Cara Iblis Sesatkan Manusia

by Dini Koswarini
2 tahun ago
in Dunia Ghaib
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cara Iblis Sesatkan Manusia, Makhluk Halus, Wujud Asli Iblis

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

AL-QUR”AN telah mengisahkan bahwa ketika dikeluarkan dari surga, Iblis meminta kepada Allah SWT agar dapat menggoda anak cucu Adam menjadi temannya di neraka kelak. Bagaimana cara iblis sesatkan manusia?

Iblis berkata, “Aku sungguh-sungguh akan mendatangi (menggoda) mereka dari arah depan dan arah belakang mereka, arah kiri dan arah kanan mereka. Dan sungguh mereka tidak akan menjadi hamba-Mu yang bersyukur.” (QS Al-A’raf:17)

BACA JUGA: Kisah Nabi Yusuf, Ayub dan Sulaiman, Kisah Sequel Perlindungan Allah Atas Iblis di Kisah Nabi Adam

Menurut Al-Kattani, ayat ini berbicara mengenai tahapan strategi Iblis dalam menyesatkan manusia. Iblis menjebak manusia secara bertahap. Dimulai dari tawaran yang paling kasar dan sulit hingga ke tahapan yang paling halus dan mudah. Namun, justru di jebakan yang paling halus dan mudah inilah manusia banyak yang terperangkap.

ArtikelTerkait

Apakah Jin Termasuk Jenis Malaikat?

Benarkah Hantu Itu Tidak Ada? Apa Buktinya?

Kenapa Ada Orang yang Mau Santet Orang Lain?

Santet, Kenapa Diharamkan dalam Islam?

Menurut al-Kattani “arah depan” ialah jebakan menyekutukan Allah dan melakukan dosa-dosa besar. Ini adalah tawaran yang paling sulit untuk dituruti manusia. Pada tahapan ini, Iblis menawarkan kekufuran, mengajak orang untuk menolak agama, keberadaan Tuhan, risalah para Rasul dan kebenaran kitab suci.

Ketika gagal, godaan dari “arah belakang” pun disodorkan Iblis, yaitu jebakan melakukan dosa-dosa kecil, lebih mudah untuk diikuti dari tawaran sebelumnya. Iblis merayu manusia bahwa berbuat dosa itu manusiawi dan lagi pula, kata dia, Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Karena itu, masih ada kompensasi bertobat. Untuk orang-orang yang rawan godaan Iblis ini.

Nabi SAW mewanti-wanti: “Jangan meremehkan dosa kecil, karena dosa-dosa kecil akan menjadi besar bila orang menghimpunnya.” Dalam suatu riwayat, Ali bin Abi Thalib berkata, “Dosa paling besar adalah dosa yang dianggap kecil oleh pelakunya.”

Jika gagal merayu manusia dari arah depan dan arah belakang, Iblis mendisain godaan ketiga, jebakan dari “arah kanan.” Arah kanan, masih menurut al-Kattani, ialah tawaran untuk melakukan hal-hal yang mubah namun dapat melalaikan yang wajib. Olahraga pagi itu mubah namun jika dapat melalaikan kita dari masuk kantor tepat waktu, kita terjebak pada godaan ketiga Iblis ini.

Jebakan yang terakhir datang dari arah kiri. Ini tawaran yang paling halus. Iblis menawarkan kita dengan ibadah-ibadah yang utama, tetapi melalaikan kita dari hal-hal yang lebih utama. Berzikir itu utama.

Bila kita sibuk berzikir, membersihkan diri atau tafakur di sudut rumah kita, lalu kita mengabaikan masalah-masalah sosial, maka kita melupakan hal yang lebih utama.

Iblis, jin, Fakta tentang Jin, Cara Melindung Diri dari Gangguan Jin, Iblis, Setan
Foto: Unsplash

Ketika kita meributkan perbedaan kecil dalam ibadah dan melupakan kualitas ekonomi kita, kita telah terjebak pada jebakan yang datang dari arah kiri ini.

BACA JUGA:  5 Gangguan Iblis yang Nyata dan Terang-terangan pada Manusia

Diriwayatkan, ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, para malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu mereka berkata: “Ya Allah, bagaimana mungkin manusia dapat terhindar dari jebakan Iblis?”

Allah menjawab masih tersisa dua arah: atas dan bawah, “Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam doa dengan penuh rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.” (HR Thabrani). []

SUMBER: NU.OR.ID

Tags: Cara Iblis Sesatkan Manusia
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yang Harus Dilakukan ketika Menemukan Rajah

Next Post

Kapan Mengucapkan Syafakallah, Syafakillah, Syafahullah atau Syafahallah untuk Orang yang Sakit

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Hukum Merokok dalam Islam, Bahaya Rokok bagi Kesehatan, Jin

Apakah Jin Termasuk Jenis Malaikat?

18 Juni 2025
Jin, Hantu

Benarkah Hantu Itu Tidak Ada? Apa Buktinya?

1 Juni 2025
Sihir Pemisah, Santet

Kenapa Ada Orang yang Mau Santet Orang Lain?

2 Januari 2025
Santet

Santet, Kenapa Diharamkan dalam Islam?

1 Januari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.