Islam Media

Harlem Shake, Tarian Pemabuk

Jumat 18 Rabiulakhir 1434 / 1 Maret 2013 05:56

harlem-shake-break-video-650-430

ANDA boleh tak tahu Psy. Tapi pasti Anda kenal dengan tarian Gangnam Style. Ya, tarian a la menunggang kuda yang dibawakan oleh penyanyi asal Korea Selatan itu populer ke seantero dunia. Mulai dari polisi, ibu-ibu klub senam, anak-anak SD, sampai calon gubernur, sering kali menarikan tarian ini.

Kini, setelah Gangnam Style mulai redup, muncul tarian baru Harlem Shake. Tarian ini tidak kalah nyelenehnya dengan Gangnam Style.

Harlam Shake adalah sejenis tarian yang sempat terkenal di era 80-an. Tarian asal Harlem (New York, Amerika Serikat) yang gerakannya mirip orang ayan ini pun terus mewabah ke seluruh penjuru dunia seiring dengan antusiasme masyarakat yang merekam tarian Harlam Shake ‘a la’ mereka sendiri dan mengunggahnya ke situs youtube. Tidak ketinggalan, media-media nasional pun turut meramaikan tarian Harlam Shake.

Harlem Shake, awalnya adalah tarian yang dimulai pada tahun 1981. Tarian ini menjadi mainstream pada tahun 2001 ketika G. Dep menampilkan Harlem Shake dalam video musiknya “Let s Get It”. Tarian ini memiliki sejarah dari Northeast African dance yang disebut “Eskista” dan diduga dimulai di Harlem oleh seorang pria bernama Al B.

Al B  mengatakan bahwa tarian ini adalah goyang orang yang sedang mabuk karena minuman keras. “Ini sangat fantastis, semua orang tak mempersalahkan hal itu,” terangnya. Menurut Al B,  tarian ini sebenarnya berasal dari Mesir Kuno dan ia menggambarkannya sebagai tarian yang biasa dilakukan oleh  mumi. Logikanya, karena mumi semuanya dibalut kain, mereka tidak bisa benar-benar bergerak, namun para mumi itu masih bisa bergoyang.

Harlem Shake sendiri mulai populer di youtube pada bulan Februari 2013 kemarin.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang biawak pun, niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya.” Kami tanyakan: “Wahai Rasulullah, apakah mereka yang dimaksud itu adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Bukhari).

“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana orang yang mukim waktu itu lebih hina daripada dombanya,” (HR. Ibnu Asakir dari Anas). [sa/islampos]

 

Redaktur: Saad Saefullah