ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Zakir Naik: Sukses itu Bisa Amalkan Surah Al-Ashr

0 381

BANDUNG–Zakir Naik, ulama asal India yang kini tengah melakukan safari dakwahnya di lima Kota besar Indonesia, yakni Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, Bekasi, hingga Makassar. Dalam safari dakwah pembukanya di Bandung, Zakir Naik menyampaikan makna kesuksesan sesungguhnya dalam Islam.

Ribuan peserta dengan khidmat mendengarkan Zakir Naik saat menjelaskan bahwa menurut Imam Syafi’i ada satu surah di dalam Al-Quran yang bisa menyelamatkan manusia. “Surah apakah itu? Itu adalah surah Al-Ashr, apabila memahami surah ini maka aturan-aturan Allah SWT akan kita jalankan sekaligus menguji keimanan kita untuk terus melakukan kebajikan,” katanya.

Menurut Zakir Naik, banyak orang yang mengartikan kesuksesan hidup seseorang itu dilihat dari kekayaan hartanya, dan ketinggian jabatan atau pangkatnya, padahal jelas-jelas itu kesalahan fatal. “Hidup hanya sementara saja. Sayangnya, umat Muslim berpikir sukses, adalah memiliki kekayaan. Padahal itu kekeliruan,” ujarnya.

Dalam Islam, sukses sesungguhnya adalah masuk ke surga Allah SWT. Salah satu kunci kesuksesan itu adalah saling mengingatkan dalam kebaikan, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Ashr (demi waktu) bahwa manusia berada dalam kerugian bila tidak beriman dan tidak beramal sholeh.

“Surah ini, jalur pengampunan. Manusia dalam kerugian, kecuali untuk mereka yang beriman dan beramal sholeh serta menasehati pada jalan kebenaran dan kesabaran,” jelasnya.

Jadi, kata dia, kalau seorang Muslim tak saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran, maka tak akan masuk surga. “Mungkin, Anda orang baik, shalat, zakat, tapi tak berdakwah, Anda tak akan masuk surga. Itu adalah kewajiban dan sukses kita,” katanya.

Di dunia ini, kata dia, sukses bukan hanya mendapat gelar pendidikan, ketenaran, kekayaan, dan jabatan. Sukses di dunia ini, bukan memiliki mobil mewah, atau pesawat pribadi. “Sukses itu, bisa menjalankan satu surah saja, yakni Al-Ashr,” katanya.

Setiap Muslim, kata dia, harus berdakwah atau mengajak orang-orang pada kebaikan. Namun, di dunia ini dai yang menyebarkan kebaikan masih bisa hitung dengan jari. Namun, misionaris ada ratusan bahkan ribuan. “Dakwah kewajiban, secara penuh waktu yang terbaik dan profesi yang terbaik,” katanya.

Allah SWT, kata dia, tak membutuhkan kita semua karena sebenarnya Allah SWT bisa menciptakan sejuta ahli. Tapi, Allah SWT memberikan kesempatan pada kita semua untuk berdakwah. “Kita melakukan dakwah atau tidak, Islam akan tetap menyebar.

Islam akan tetap jaya, Allah SWT telah menjamin dalam Al-Quran. Bagi kita, dakwahi peluang dapat pahala di akhirat,” kata Zakir seraya mengakhiri dakwahnya dengan perkataan, siapa pun akan menjadi lebih baik, kalau mengatakan saya Muslim dan mengatakan kebenaran. []

Sumber: Republika

Comments
Loading...