ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Wujud Kecintaan Abbad bin Bisyir untuk Rasulullah

Foto: Hanya Pelangi
0

MANUSIA agung, yang menjadi panutan kita sebagai orang beriman. Memang sudah selayaknya kita menautkan rasa cinta kita kepada beliau yaitu Rasulullah .

Seperti tokoh Islam yang satu ini yaitu Abbad bin Bisyir. Ia merupakan penduduk Madinah yang memiliki daya juang tinggi. Ia memeluk Islam menjelang hijrahnya Rosulullah dari Makkah ke Madinah.

Pada mulanya, belasan warga Yastrib (nama terdahulu sebelum Madinah) mendatangi Rasulullah di Makkah untuk menyatakan sumpah setia (baiat) dan memeluk risalah Allah.

Mereka juga meminta Rasulullah bersedia memimpin Yastrib bila keadaan di Makkah sudah tak lagi memungkinkan bagi dakwah Islam.

Rasulullah menyetujui gagasan itu. Maka sebelum beliau sendiri berhijrah, beberapa sahabat sudah meninggalkan Makkah atas perintah Nabi menuju Yastrib.

Di antara mereka adalah Mush’ab bin Umair. Sesampainya di Yastrib, Mush’ab pun mengajarkan penduduk setempat perihal Islam, shalat, dan keagungan Al-Qur’an.

Dalam sebuah majelis yang diisi utusan dari Rasulullah itu, ‘Abbad bin Bisyir hadir. Ia begitu tersentuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an serta perjuangan Rasulullah.

Pada saat itu juga, ‘Abbad bin Bisyir menghampiri Mush’ab untuk mengucapkan dua kalimat syahadat serta baiat kepada Rosulullah . Dengan tibanya Rasulullah di Madinah, nama ‘Abbad bin Bisyir mendapatkan kedudukan utama di antara para sahabat beliau dari golongan Anshar.

Dalam periode Islam di Madinah, kaum musyrik Quraisy dan kaum Yahudi berulang kali mengadakan persekongkolan untuk menyerang Rasulullah dan kaum Muslim.

Apalagi, gangguan dari pihak munafik pun mulai tampak. Dalam situasi demikian, para sahabat Rosulullah merapatkan barisan. Ketika ayat Al-Qur’an yang membolehkan perang sebagai bentuk bela diri turun, tak ayal lagi, antara kaum Muhajirin dan Anshar bahu-membahu membela agama Islam dari serangan musuh.

Dalam setiap peperangan melawan kaum musyrik, sosok ‘Abbad bin Bisyir selalu menyertai. Baginya, berada di samping Rasulullah adalah wujud kecintaan tak terkira. []

sumber: khazanahrepublika

 

loading...
loading...