ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Wasekjen Nilai JPU Abaikan Sikap Kegamaan MUI

Foto: idnusa
0

JAKARTA–Dalam persidangan kasus penodaan agama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan pasal 156 tentang penghinaan terhadap golongan.

Mengenai hal itu, Wakil Sekjen (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan menilai, JPU telah mengabaikan sikap kegamaan MUI.

“Semua kesaksian yang disampaikan khususnya oleh MUI, Muhammadiyah, dan NU dalam persidangan jelas menyatakan Ahok telah menista agama,” ujarnya seperti dilansir Hidayatullah, Rabu (03/05/2017).

Amirsyah mengatakan, sebelumnya sikap keagamaan MUI dalam kasus penodaan agama belum pernah diabaikan. Padahal, lanjutnya, sikap atau pandangan keagamaan yang dikeluarkan MUI merupakan suatu yang yuridis.

Karenanya, Amirsyah mengaku heran dengan tuntutan yang dibacakan JPU terhadap terdakwa kasus penistaan agama, Ahok.

Menurutnya, JPU telah mengabaikan pendapat dari MUI, termasuk NU dan Muhammadiyah. Yang artinya, kata dia, ada upaya mendelegitimasi pandangan keagamaan ketiganya.

“Yang menjadi pertanyaan adalah tuntutan jaksa tersebut memakai pendapat siapa,” imbuhnya.

“Hal itu bisa menimbulkan preseden buruk dalam penegakan hukum,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, JPU tidak memasukkan pasal 156a tentang penodaan agama yang sebelumnya didakwakan atas Ahok. []

loading...
loading...