islampos
Media islam generasi baru

Warga Kepulauan Seribu Sebut Palu Raksasa untuk Majelis Hakim Bermakna Filosofis dan Historis

Foto: Media Indonesia
0

JAKARTA–Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menerima palu raksasa dari warga Kepulauan Seribu sebagai bentuk apresiasi terhadap hakim karena telah memutuskan parkara terdakwa Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) secara adil.

“Masyarakat Kepulauan Seribu mengapresiasi keputusan majelis hakim PN Jakut dengan mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat dan tanpa tekanan,” kata kordinator rombongan Ghojali, Rabu (10/5/2017).

Sekitar 23 orang perwakilan dari warga Pulau Seribu tiba di PN Jakut, Jl Gaja Mada, Jakarta pada pukul 10.30 WIB. Mereka langsung memberikan palu raksasa itu melalui Humas PN Hasoloan Sianturi.

“Beliau mengapresiasi perhatian dan dukungan masyarakat Kepulauan seribu kepada PN Jakut, dan akan meneruskan Palu sombolis tersebut kepada Majlis Hakim,” tuturnya.

Palu raksasa itu berukuran sepanjang dua meter yang dibuat selama tiga hari. Selain hanya besarnya saja, palu tersebut bermakna filosofis dan historis terkait vonis hakim untuk terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

“Palu ini panjang 2 meter, sebagai simbol hukuman yang dijatuhkan 2 tahun, dan berat 12 Kg di mana kami menuntut keadilan lewat aksi bela Islam 212,” jelasnya.

BACA JUGA:
Majelis Hakim: Ahok Sumber Kegaduhan
Divonis 2 Tahun Penjara, Majelis Hakim Nyatakan Ahok Rendahkan Al-Quran
Ini Doa Aa Gym kepada Majelis Hakim Sidang Ahok

Meski demikian, Ghojali mengaku kecewa karena Ahok hanya dihukum pidana dua tahun penjara. Menurutnya, hukuman maksimal bisa diberikan oleh Majelis Hakim terhadap Ahok seperti terdakwa kasus penistaan agama lainnya.

“Walaupun kami kecewa, keputusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara patut dihormati dan diapresiasi karena tidak memvonis seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum–dua tahun masa percobaan dan satu tahun hukuman penjara–. Kami cukup bersyukur terhadap keputusan hakim,” imbuhnya.

Sementara itu, Shaleh, salah satu warga Pulau Panggang menceritakan bahwa selama 21 kali proses sidang berlangsung, dan Aksi Bela Islam, ratusan warga Kepulauan Seribu selalu turut hadir.

“Meski hanya sekedar melihat jalannya sidang, sampai kemarin kita sama-sama mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim secara bergantian,” paparnya. []

Sumber: Republika

loading...
loading...