islampos
Media islam generasi baru

Warga Israel Melarikan Diri usai Tabrak seorang Balita Palestina

epa04343140 Nine-year-old Hanen Al-Bakri receives medical treatment at Al-Shifa hospital in Gaza City, 06 August 2014. Haneen and her sister Yassmin, 11, were injured when their mother and their sister Aseel, 8, were killed in an Israeli airstrike in Al-Shatea refugee camp on 04 August. Israel pulled its last soldiers out of the Gaza Strip on 05 August after four weeks of fighting, as a temporary truce went into effect aimed at giving the sides three days to negotiate a longer-term deal. The Israeli army said its ground troops had withdrawn to the Israeli side of the border, where they would remain on alert and respond to any attacks. EPA/MOHAMMED SABER ATTENTION EDITORS: PICTURE CONTAINS GRAPHIC CONTENT
0

HEBRON — Seorang pemukim Israel melarikan diri setelah menabrak lari balita berusia empat tahun di Hebron, Minggu (30/4/2017 ). Usai penabrakan, balita malang itu dilarikan ke rumah sakit Hebron untuk mendapatkan perawatan.
Urad Samir al Razam, balita korban tabrak lari, dilarikan ke rumah sakit memakai Bulan Sabit Merah Palestina. Beruntung, balita itu kabarnya cuma mengalami luka ringan Seperti Dilansir dari Ma’an News  Senin (01/05/2017)

Peristiwa tabrak lari itu terjadi di pusat kota Hebron di dekat pemukiman ilegal Israel, Ramat Yishai, yang dekat dengan Tel RUmeida. Militer Israel kabarnya ikut melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Ini seperti menegaskan lagi umumnya penyiksaan dan tindakan sewenang-wenang terhadap warga Palestina. Tindakan seperti itu telah ada sejak 1990-an, usai pria AS bernama Baruch Goldstein membantai 29 warga Palestina di Masjid Ibrahim.

Sebagian kota memang masih berada di bawah yuridiksi pemerintah Palestina, sedangkan Kota Tua dan daerah sekitar berada di bawah kendali militer Israel. Sekitar 800 pemukim Israel turut hidup di daerah itu atau dikenal sebagai H2.

Walau dikelilingi 30 ribu warga Palestina, pemukim ilegal Israel dirasa makin sewenang-wenang dan agresif. Pasalnya, warga Palestina tidak cuma akan berhadapan dengan pemukim, melainkan militer Israel yang besar. []

loading...
loading...