islampos
Media islam generasi baru

Wapres JK: Aksi Simpatik 55 Itu Kebebasan dalam Demokrasi

Foto: Elshinta
0

JAKARTA—Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan menggelar aksi mendukung penegak hukum menegakkan hukum dengan adil, Pada Jumat (05/05/2017)

Aksi Simpatik 55 atau Aksi 55 ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk kebebasan berpendapat di era demokrasi saat ini.

Hal itu sejalan dengan yang dikatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) baru-baru ini.

Wapres JK mengatakan, aksi menyampaikan pendapat merupakan bagian dari kebebasan dalam demokrasi.

Meskipun pemerintah, menurut JK, menganggap Aksi 55 tidak perlu.

“Ya, bagi pemerintah tentu menganggapnya tidak perlu, cuma orang yang mau turun ke jalan merasa perlu, dan ini bagian daripada kebebasan dalam demokrasi,” ujar Wapres JK usai membuka acara peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2017 di Balai Sidang Jakarta (JCC), Senayan, kemarin dikutip Antara.

Menurut Wapres JK, aksi-aksi seperti Aksi 55 besok diatur dalam undang-undang di negeri ini.

“Kalau urusan perlu tidak perlu, pemerintah menganggap tidak perlu lagi, kan, pengadilan urusannya itu, tapi sulit juga kita batasi seperti itu akibat ada di undang-undang,” ujarnya

Undang-undang yang dimaksud Wapres adalah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, sehingga apabila ada masyarakat yang ingin melakukan Aksi 55 maka itu hak mereka.

Diketahui, Aksi 55 digelar GNPF MUI dalam rangka mengawal sidang pembacaan vonis kasus penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Silakan saja, tetapi ada aturannya, jamnya terbatas, jalannya terbatas, juga jumlahnya harus juga dibatasi, gaduhnya tidak boleh, dan kalau melanggar keamanan, ditangkap,” pungkasnya.[]

 

 

loading...
loading...