Wanita Quraisy dan Setan pun Takut padanya

Foto: www.marrakech-desert-trips.com
0 224

ANDA tentu menyadari bahwa Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling mulia. Sehingga, banyak orang yang tunduk dan patuh pada perintahnya. Sebab, beliau adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan menuntun kita pada jalan keselamatan.

Namun, ada satu hal lain tentang salah satu sahabat Rasul. Bahkan, para wanita Quraisy dan setan pun takut padanya. Siapa ya dia? Dialah Umar bin Khaththab, khalifah kedua setelah meninggalnya Rasulullah.

Diriwayatkan dari Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari ayahnya ia berkata, “Umar bin al-Khaththab memohon agar diizinkan masuk ke rumah Rasulullah ﷺ. Ketika itu ada beberapa orang wanita dari Quraisy sedang berbincang-bincang dengan Rasulullah ﷺ dan mereka berbicara dengan nada suara yang keras melebihi suara Rasululullah.

Ketika Umar masuk mereka segera berdiri dan menurunkan hijab. Setelah diberi izin Umar masuk ke rumah Rasulullah ﷺ. Sementara Rasulullah ﷺ tertawa. Umar bertanya, “Apa yang membuat Anda tertawa wahai Rasulullah?”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku heran terhadap wanita-wanita yang berada di sisiku ini, ketika mereka mendengar suaramu, segera mereka berdiri menarik hijab.”

Umar berkata, “Sebenarnya engkau yang lebih layak mereka segani, wahai Rasulullah ﷺ.”

Kemudian Umar berbicara kepada mereka, “Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi nafsunya sendiri, bagaimana kalian segan terhadap diriku dan tidak segan terhadap Rasulullah ﷺ?”

Mereka menjawab, “Ya, sebab engkau lebih keras dan lebih kasar daripada Rasulullah ﷺ.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai Ibnul al-Khaththab, demi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak kau lalui.”

Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar.”

Rasulullah ﷺ bersabda, ” Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” []

Sumber: Kitab Al-Bidayah Wa An-Nihayah, Ibnu Kathir/ www.indahnyaislam.my

loading...
loading...