islampos
Media islam generasi baru

Wakil Ketua MUI: Persekusi Tidak Dibenarkan Islam

Foto: Kabar Penting
0

JAKARTA–Persekusi yang dialami remaja 15 tahun oleh sekelompok massa karena diduga telah menghina ulama di media sosial, menjadi sorotan.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid, berpendapat, tindakan persekusi dilakukan dengan cara tidak manusiawi dapat menimbulkan penderitaan fisik maupun psikis.

“Ini bertentangan dengan hukum dan tidak dibenarkan oleh agama,” ujar Zainut, Jumat (2/5/2017).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi bermakna ‘pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas’.

Dalam video yang beredar, korban berinisial PMA itu dipersekusi setelah unggahannya di media sosial dinilai menghina kelompok tertentu.

Karena itu, MUI meminta kepada semua pihak khususnya kepada kelompok masyarakat yang menggunakan media sosial, agar bisa lebih bertanggung jawab dan tidak menyalahi aturan hukum.

“Bermuamalah di media sosial sebagai bagian dari pelaksanaan hak berekspresi warga negara yang harus dilandasi dengan nilai etika, akhlak mulia, norma susila dan agama. Sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan pihak lain yang dapat memicu konflik,” tegas Zainut.

Ia juga berpesan kepada para pendakwah agar tetap menjaga amar ma’ruf nahi munkar atau mengajarkan yang baik menjauhi keburukan. Hal ini dilakukan semata untuk tetap berada di koridor hukum saat melaksanakan tugas dakwah.

“Masyarakat yang ingin melaksanakan tugas dakwah hendaknya dalam melaksanakan tugas dakwah sesuai dengan koridor hukum, dan tidak boleh dengan cara-cara yang melanggar hukum,” tandas Zainut.

Kasus dugaan persekusi yang menimpa PMA sebelumnya beredar di media sosial. Pemuda itu diduga diintimidasi oleh sekelompok orang setelah unggahan Facebooknya yang diduga menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. []

Sumber: Liputan6

loading...
loading...