ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Wakil Ketua BKSAP DPR: Voting PBB Tegaskan Dunia Menolak Keputusan Trump terkait Yerusalem

0

 

JAKARTA–Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Rofi’ Munawar mengapresiasi hasil voting sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menolak keputusan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel, pada Kamis (21/12/2017). Sikap ini semakin menegaskan dukungan 14 anggota atau sebagian besar anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang sebelumnya telah bersidang.

“Sikap penolakan dari sebagian besar anggota PBB menjadi modal penting bagi organisasi dunia tersebut untuk mendesak AS menarik segera kebijakannya. Disisi lain, sikap ini memberikan dukungan diplomatik yang kuat bagi Palestina,” disampaikan oleh Rofi’ Munawar dalam keterangan pers yang diterima Islampos.com, Jumat (22/12).

Sebagaimana diberitakan dari AFP, dalam pemungutan suara yang dilakukan Majelis Umum PBB, sebanyak 128 negara memilih setuju atas rancangan resolusi terkait Yerusalem, sedangkan sembilan negara menentang. Dari sembioan negara yang menentang, selain AS dan Israel, ada Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

Rofi menjelaskan, meski keputusan sidang umum PBB Amerika tetap dalam posisi menentang resolusi dan melakukan veto. Tapi, negara-negara yang menolak Yerusalem sebagai ibu kota Israel konfigurasinya semakin beragam dan merubah peta politik global, termasuk negara-negara yang selama ini senantiasa mendukung AS secara tradisional seperti Inggris dan Uni Eropa.

“Ada baiknya negara-negara sentral yang memiliki pengaruh kuat segera melakukan langkah-langkah strategis dan implementatif untuk mencegah pemindahan ibukota yang sangat kontroversial tersebut. Dalam hal ini, Indonesia sebagai negara yang mendukung kedaulatan Palestina, harus berperan aktif dalam mencapai tujuan itu”, tegasnya.

Sejauh ini memang belum ada negara yang menempatkan kantor kedutaannya untuk Israel di kota Yerusalem, kota yang memang secara historis dan ideologis itu tidak boleh menjadi ibukota Israel. Itulah sebabnya, ketika Donald Trump secara sepihak memutuskan Yerusalem sebagai ibukota Israel, dunia menolaknya. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...