ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Turki Mengutuk Keras Klaim Israel tentang Al-Quds Sebagai Ibu Kota Penganut Yahudi

Foto: Google
0

ANKARA– Kementerian Luar Negeri Turki mengkritik keras Israel atas pernyataan terakhir mereka bahwa Al-Quds sudah menjadi ibu kota umat Yahudi  sejak zaman Daulah Utsmaniyah.

“Kita mengutuk keras pernyataan jubir Kemenlu Israel yang kelewat batas sebagai bantahan terhadap pernyataan presiden Racep Tayyip Erdogan mengenai perkembangan terakihr Al-haram As-Syarif,” ujar keterangannya pihak Kemenlu Turki hari Kamis sebagaimana dikutip laman ErDorar dalam bahasa Arab.

Kemenlu Turki menegaskan dalam keterangannya bahwa penghormatan terhadap agama-agama di Kota Al-Quds mencapai puncaknya justru pada masa Daulah Utsmaniyah

Selain itu, pada masa tersebut semua agama dan golongan diperkenankan menjalankan ritual ibadah masing-masing dengan aman dan bebas.

“Isrel harus mengetahui hal itu,” tegasnya.

Pihaknya kembali menjelaskan bahwa Masjid Al-Aqsha adalah tanah tersuci ketiga bagi umat Islam. Urusan Masjid Al-Aqsha adalah prioritas bagi dunia Islam dan umat Islam sendiri.

“Kami harap umat Yahudi menjadi orang-orang yang paling tahu dan paling menghargai toleransi di masa Daulah Utsmaniyah yang tidak ada bandingannya di masa-masa setelahnya. Sekarangpun kebebasan beragama dan kebebasan menjalankan ajaran agama bagi umat Yahudi yang tinggal di Turki dilindungi dan dijamin oleh negara,” tambahnya lagi.

Kritikan ini disampaikan sebagai balasan atas pernyataan  seseorang yang mewakili pihak Kemenlu Israel bernama Emmanuel Nahshon. Sebelumnya, Emmanuel memberikan pernyaan yang ditujukan pada Presiden Recep Tayyip Erdogan terkait Masjid Al-Aqsha.

“Masa Daulah Utsmaniyah sudah lama berlalu. Sedangkan Al-Quds telah, sedang, dan akan selamanya menjadi ibu kota bangsa Yahudi. Yang tinggal di rumah kaca tidak akan bisa melempar orang lain dengan batu,” demikian ucap Nahshon menyindir Presiden Erdogan.

“Kalau hari ini Israel dengan jelas mengotori halam Masjid Al-Aqsha dengan sepatu mereka serta menumpahkan darah umat Islam dengan alasan adanya kejadian kecil, maka sebabnya adalah karena belum cukupnya dukungan kita kepada Al-Aqsha,”pungkasnya.[]

loading...
loading...