• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 12 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Trump Tunjuk Ilmuwan Muslim Asal Maroko Jadi Kepala Program Vaksin Corona di AS

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dr. Moncef Slaoui. Foto: 
L'Economiste

Dr. Moncef Slaoui. Foto: L'Economiste

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

AMERIKA SERIKAT–Dr Moncef Mohamed Slaoui, seorang ilmuwan muslim ahli imunologi, ditunjuk sebagai kepala program vaksin corona oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.  

“Kepala peneliti Operation Warp Speed adalah Dr Moncef Slaoui, seorang ahli imunologi yang diakui dunia dan telah membantu pembuatan 14 vaksin baru. Banyak yang merupakan vaksin kami, selama 10 tahun dia mengabdi di sektor swasta,” kata Trump, seperti dikutip dari DAWN.

BACA JUGA: Sumbang Miliaran Dolar, Bill Gates Kebut Pembuatan Vaksin Corona

Operation Warp Speed adalah nama program yang digagas Trump, untuk mempercepat penemuan vaksin corona dan penyebarannya ke seluruh Amerika. Dr Moncef Slaoui nantinya dibantu General Gustave F Perna.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Dr Slaoui yang merupakan mantan profesor imunologi di Universitas Mons, Belgia, meramalkan bahwa Operation Warp Speed ​​akan menyediakan beberapa ratus juta dosis vaksin COVID-19 pada akhir tahun ini.

“Saya baru melihat data terbaru dari uji coba klinis vaksin virus corona. Data ini membuat saya yakin kita mampu membuat dan mengirim ratusan juta dosis vaksin pada akhir 2020,” kata Dr Slaoui yang lahir pada 1959 di Agadir, Maroko, itu.

Slaoui telah menerbitkan lebih dari 100 makalah ilmiah tentang topik ini. Ia adalah anggota dewan direksi International AIDS Vaccine Initiative yang kini bergabung dengan Trump dalam mengumumkan Operation Warp Speed.

Trump mengatakan, Dr Moncef Slaoui adalah salah satu sosok yang sangat dihormati di dunia. Terutama dalam bidang produksi dan pembuatan atau formulasi vaksin untuk berbagai penyakit.

Dilahirkan pada tahun 1959 di Agadir, Maroko, Dr Slaoui mengepalai departemen vaksin GlaxoSmithKline, dan bekerja untuk perusahaan selama tiga puluh tahun. 

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Mohammed V di Casablanca, Dr Slaoui belajar ilmu biologi di Belgia dan juga mengambil kursus pascasarjana di Harvard Medical School dan Fakultas Kedokteran Universitas Tufts. 

Dikutip dari Morocco News World, Sloui kehilangan saudara perempuannya akibat pertusis atau batuk 100 hari. Rasa kehilangan inilah yang memotivasi Dr Moncef Slaoui belajar dan berkarir dalam vaksin. 

BACA JUGA: Para Ilmuwan di Seluruh Dunia Berlomba Membuat Vaksin Virus Corona

Beberapa vaksin yang dihasilkan Dr Moncef Slaoui adalah Rotarix, Synflorix, dan Cervarix. Rotarix untuk mencegah gangguan pencernaan (gastroentritis) pada bayi, Synflorix untuk penyakit pneumococcal, dan Cervarix untuk mengatasi kanker serviks.

Pada 2015, dia mendapat persetujuan Eropa untuk vaksin malaria pertama di dunia Mosquirix. Saat mengundurkan diri pada 2017, GlaxoSmithKline sedang mengembangkan vaksin untuk mengatasi penyakit Ebola. Penyakit ini disebabkan virus yang mengakibatkan demam hingga perdarahan.

Dr Moncef Slaoui mengatakan, perlu beberapa tahun hingga penerapan vaksin terbukti berdampak baik pada pencegahan Covid-19. Namun saat vaksin mulai digunakan pada awal 2021 risiko terinfeksi Covid-19 langsung banyak berkurang. Dia yakin vaksin Covid-19 bisa tersedia pada akhir 2020, bertentangan dengan pernyataan banyak ahli yang menyatakan vaksin baru tersedia satu hingga beberapa tahun mendatang. []

SUMBER: DAWN | ARAB NEWS

Tags: covid-19donald trumpIlmuwanMoncef Mohamed SlaouiMuslimvaksin
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengenal Hawayej al-Eid, Tradisi Sebelum Idul Fitri di Maroko

Next Post

Panduan bagi Imam Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.