Trump Akan Rombak Kebijakan Baru Imigrasi Minggu Depan

foto: AFP
0

WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Kamis (16/2/2017), dirinya akan mengeluarkan perintah eksekutif baru untuk merombak larangan perjalanan pada tujuh warga negara mayoritas Muslim.

Pada konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintahnya yang baru akan berusaha untuk mengatasi keprihatinan yang diajukan oleh pengadilan federal hakim yang memblok larangan tersebut.

“Orde baru akan menyesuaikan dengan keputusan hakim yang sangat buruk,” kata Trump seperti dilansir english.alarabiya. net, Jumat (17/2/2017

“Kami memiliki pengadilan yang buru,” tambahnya.

Trump tidak memberikan rincian jelas tentang perubahan larangan perjalanan tujuh warga Negara ke AS.

Keputusan Trump untuk mengeluarkan instruksi baru menyebabkan ketidakpastian hukum. Sehingga, seluruh negeri mengatakan bahwa mereka harus hati-hati pada setiap kebijakan baru apaka meimbulan masalah konstitusional ataukah tidak.

Mengenai pernyataan Trump yang akan mengubah perintah eksekutifnya, Profesor Hukum Konstitusi di Tulane University, Stephen Griffin mengatakan, negara-negara non-Muslim sebenarnya bisa membantu sebuah tatanan baru menahan tuduhan diskriminasi berdasarkan agama.

“Pemerintah AS sudah mengidentifikasi tujuh negara mayoritas Muslim sebagai ancaman negara, maka kebijakan baru Trump tidak mungkin untuk menghapus salah satu dari Negara itu,” kata Griffin.

“Saya berspekulasi Trump akan menambah daftar Negara larangan imigrasi baru, sebagai lawan kepada hakim,” tandasnya. []

loading...
loading...