Todung Mulya Lubis: Hukuman Mati Masih Belum Menimbulkan Efek Jera

0

JAKARTA–Pengacara Senior Todung Mulya Lubis menyatakan, hukuman mati terbukti, tidak terlalu memberikan efek jera dan mengurangi tindak kejahatan pidana. Bahkan, di negara luar, hal tersebut juga terjadi. Sistem peradilan negara kita dinilai tidak sempurna, karena support terhadap hukuman mati masih sangat besar.

“Namun, disisi lain Presiden Jokowi masih sangat yakin hukuman mati dapat menimbulkan efek jera, tapi dari statistik yang ada hal itu tidak terjadi,” katanya saat ditemui usai menghadiri forum diskusi bersama Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat Selasa (19/12/2017).

Todung menambahkan, kejahatan itu timbul dari kemiskinan, ketidakadilan sosial termasuk juga ketidakadilan sosial.  Namun orang masih mempunyai hak untuk memperbaiki diri yang menurut Todung tidak dimiliki hukum pidana saat ini.

Related Posts
1 of 89

“Hukuman mati tidak absolut, tapi dia tidak bisa dihapus sama sekali. Saya menilai, hal ini sangat positif. Mudah-mudahan ini langkah awal untuk hukum di Indonesia,” terang Todung.

Todung yang mengaku selama 38 tahun memperjuangkan hukuman mati, melihat kondisi penerapan hukuman mati saat ini sudah cukup banyak perubahannya. Kendati hukuman mati, tidak sepenuhnya dihapus.

Untuk diketahui, Todung Mulya Lubis hadir menjadi pembicara dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) bekerjasama dengan Aliansi Nasional Reformasi KUHP, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hapus Hukuman Mati (Koalisi Hati), Koalisi 35/2009, dan Coalition for The Abolition of Death Penalty in ASEAN (CADPA) melalui seminar sekaligus peluncuran Hasil Studi ICJR dengan tema “Politik Kebijakan Hukuman Mati Di Indonesia Dari Masa Ke Masa”. []

Reporter: Rhio

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline