islampos
Media islam generasi baru

Tito Karnavian: Jangan Anggap Remeh Bom Panci Presto

Foto: Kiblat
0

JAKARTA—Ledakan di terminal Kampung Melayu, diduga dilakukan dengan menggunakan panci presto sebagai medium bom.

“Mereka gunakan bom jenis panci presto. Jangan anggap remeh panci presto ini,” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Jakarta Timur, lansir Antara, Jumat (26/5/2017) malam.

Sebelumnya, bom di terminal Kampung Melayu diduga dilakukan oleh kelompok sel teroris yang berbeda namun sama-sama tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD), salah satunya adalah Yayat Cahdiyat yang meledakkan bom panci presto di Taman Pandawa, Cicendo, Bandung, Jawa Barat.

“Contohnya yang di Taman Pandawa, tapi bahan peledaknya tidak sempurna sehingga daya ledaknya tidak besar,” katanya.

Sementara itu di luar negeri, bom jenis panci presto ini pernah digunakan oleh kelompok teroris dalam peristiwa Boston Marathon pada 2013 yang menelan tiga korban jiwa.

Seperti diketahui, pada Rabu (24/5/2017) malam, terjadi dua kali ledakan di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Ledakan pertama terjadi pukul 21.00 WIB di depan wc umum. Sementara ledakan kedua terjadi pada 21.05 WIB di dekat Halte Transjakarta Kampung Melayu yang jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi ledakan pertama.
Dua pelaku bom bunuh diri tewas seketika. Pelaku diketahui bernama Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.

Dalam peristiwa tersebut, selain menyebabkan dua pelaku tewas, tiga korban polisi gugur.

Tiga polisi yang gugur tersebut adalah Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Imam Gilang Adinata, ketiganya anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya.

Selanjutnya tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu penyidik Polda Jabar menangkap tiga terduga teroris lainnya yang disinyalir terkait peristiwa bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu. Ketiganya yakni J, W dan A yang ditangkap di tiga lokasi berbeda di Bandung, Jawa Barat. []

loading...
loading...