ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Terpaksa, Terbiasa, lalu Bisa

Foto: Hands Occupied
0

Oleh: Albar Rahman
Mahaiswa UII
albarrahman20@gmail.com

INILAH tiga kata yang menjadi rangkaian kekuatan. menjadi rangkaian kekuatan karena inialah yang menguatkan seorang santri wati yang ingin tetap belajar di sebuah pondok. Kata ini keluar dari lisan sahabat barunya.

Memang iya adanya, segala bentuk perjuangan kadang memerlukan paksaan terlebih dahulu. Terpaksa merupakan jalan pembuka untuk memulai sesuatu. Paksaan ini dapat diartikan sebagai benturan yang terjadi, dimana untuk membuka jalan tersebut maka terjadilah benturan benturan hebat jika ingin membentuk sesuatu yang hebat. Tan Malaka mengatakan terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk. Inilah isyarat untuk memulai perjuangan walau awalnya terbentur atau terpaksa.

Tidak lama kemudian walau awalnya terpaksa, kemudian menjadi terbiasa. Oleh karena itu jangan pernah mengutuk keterpaksaan tersebut saat berjuang. Jamil Azzaini memuat dalam tulisannya, bahwa otot manusia itu memiliki meylin yang jika digunakan untuk terus bekerja maka ia akan terbiasa dalam bekerja keras. Begitulah dengan perjuangan, jika melanjutkan perjuangan maka perjuangan tersebut akan berlangsung dengan hebatnya.

Dari terpaksa kemudian menjadi terbiasa lalu kemudian menghantarkan orang tersebut menjadi pribadi yang bisa. Dengan terbiasa untuk berjuang maka akhirnya kitapun bisa mewujudkan kemenangan.
Dalam konteks kehidupan individu, dari ia terpaksa kemudian menjadi terbiasa sehingga ia bisa banyak kita temukan. Orang yang bisa disini dapat diartikan seorang ahli dibidangnya.

Para ahli mengakui untuk menjadi seorang ahli dibidangnya maka perlu alokasi waktu kurang lebih 10.000 jam terbang yang digunakan untuk menekuni bidang tersebut. Perlu di ingat, tidak hanya menjalankan tapi ditekuni.

Dari sajian tiga kata yang sejatinya serangkai dan saling melengkapi itu menghantarkan pada kesimpulan bahwa manusia bisa menjadi ahli dibidang apa saja yang diinginkan. Walau terpaksa namun akhirnya menjadi bisa. Namun jadi apa pun, ingatlah pesan Ustad Yusuf Mansyur untuk mendahulukan “Allah Dulu” maka pelajarilah dan kenali Allah dan syariatnya sebagai dasar yang harus kita tekuni terlebih dahulu, sebelum melakukan pijakan lain yang InsyaAllah akan bermaanfaat. Allahu ‘alam. []

loading...
loading...