islampos
Media islam generasi baru

Ternyata, Enaknya Tidur Setelah Sahur Tak Cuma Bikin Enek

Foto: Canada Journal
0

USAI sahur, pasti yang ada di benak kita adalah tidur lagi. Semalaman tarawih, tadarusan dan jalan-jalan mungkin membuat jatah tidur berkurang. Jadi wajar jika bangun untuk sahur begitu berat ditambah hangatnya selimut yang menggoda.

Adapun begitu bangun, mengangkat sendok ketika makan pun terasa sulit lantaran mata kita dibalut rasa kantuk. Namun Anda jangan tergoda tidur lagi setelah sahur, mengapa?

Tidur setelah sahur memang tidak haram. Tetapi banyak ulama berpendapat bahwa tidur setelah makan sahur sebaiknya tidak dilakukan. Nabi Muhammad SAW juga telah memberikan tuntunan bahwa makan sahur jangan ditinggalkan dan dianjurkan untuk diakhirkan waktunya hingga mendekati imsak.

Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan. Beliau beraktivitas terlebih dahulu agar makanan yang masuk ke lambung dengan cepat, dapat mudah dicerna. Caranya sederhana: shalat.

“Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras,” (HR. Abu Nu’aim dari Aisyah ra).

Dari sisi ilmu gizi dan kesehatan, tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan, bahkan dilarang. Dampak buruknya cukup banyak, salah satunya perut akan jadi buncit karena saat tidur tubuh jadi hemat energi dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita.

Akan terjadi refluks, karena makanan belum dicerna maka bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi akibat kita tidur. Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.

Tidur sehabis sahur juga bisa mengakibatkan gangguan pencernaan. Normalnya isi lambung akan kosong kembali sekitar dua jam lebih setelah makan. Namun jika posisi tubuh kita berada pada posisi berbaring, maka proses pengosongan lambung akan terhambat. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret, mual atau sembelit tergantung makanan yang masuk ke lambung.

Tidur setelah sahur juga meningkatkan risiko terkena stroke. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke. []

Sumber: Gerakan Sadar Gizi

loading...
loading...