ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Terkait Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Kata Ketum PP GP Ansor

0

Advertisements

JAKARTA—Peristiwa pembakaran bendera Tauhid oleh Banser di Garut, Jawa Barat telah dibenarkan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Senin (21/10/2018).

Menanggapi peristiwa itu, Yaqut mengatakan bahwa pembakaran yang dilakukan itu untuk menghormati dan menjaga kalimat tauhid.

BACA JUGA: Ini Video dan Komentar Netizen Soal Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

Dia memberi contoh cara yang sama akan dilakukan jika menemukan lembaran Alquran. Hal itu dilakukan agar tak terinjak-injak dan terbuang di tempat yang tak semestinya.

“Saya mencoba memahami dari sudut pandang yang berbeda bahwa apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid. Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi, oleh mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan,” ujar Yaqut.

Related Posts
1 of 2

“Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran. Mereka akan bakar sobekan itu, demi untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya,” sambung Yaqut menjelaskan.

Terkait peristiwa ini, Yaqut mengimbau anggotanya untuk tidak lagi melakukan pembakaran. Dia meminta anggotanya menyerahkan ke aparat keamanan jika menemukan bendera serupa.

BACA JUGA: Banser Bakar Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid, FPI: Setan Apa yang Masuk ke Mereka?

“Saya sudah peringatkan ke kader di bawah, untuk tidak lagi melakukan pembakaran bendera apapun. Jika memang menemukan bendera-bendera tersebut, sudah saya perintahkan juga untuk diserahkan kepada aparat keamanan saja. Tidak boleh lagi ada pembakaran-pembakaran seperti kejadian di Garut itu, meskipun kami memahami kenapa kader melakukan tindakan tersebut,” ungkap dia.

Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Haedar menjelaskan hal senada. Dia mengatakan, aktivitas membakar itu untuk melindungi ayat suci dari aktivitas penggunaan yang tidak semestinya. []

SUMBER: DETIK

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline