• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 6 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Tunjukan Kami Jalan yang Lurus

by Ralda Rizmainun Farlina
10 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Foto: Rizzar

Foto: Rizzar

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

“Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Tunjukan kami jalan yang lurus.”

TIDAK sah shalat kita tanpa membaca surat al-Fatihah di tiap raka’atnya. Tujuh ayat ini, adalah doa kita agar Allah karuniakan petunjuk ke jalan yang lurus. Kita membacanya setiap hari sekurangnya 17 kali, sebab ialah doa terpenting, permohonan terpokok, dan pinta paling utama.

“Jalan Lurus,”.

Sesaat kita mendengar kata itu, mungkin terbayang disebagian benak kita bahwa jalan lurus itu bagus, halus, dan mulus. Kita mengira bahwa shiraatal mustaqiim adalah titian yang gangsar dan tempuhan yang lancar.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Tergambar pula, ia adalah jalan bebas hambatan dan tiada sesak, tanpa rintangan dan tiada onak. Kita menyangka bahwa di jalan yang lurus itu, segala keinginan terkabul, setiap harapan terwujud, dan semua kemudahan dihamparkan.

Frasa “jalan yang lurus” membuat kita mengharapkan jalur yang tanpa deru dan tanpa debu.

Maka kadang kita terlupa, bahwa penjelasan jalan yang lurus itu tepat berada di ayat berikutnya. Jalan yang lurus itu adalah, jalan orang-orang yang telah Kauberi nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kaumurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Maka membentanglah Al-Qur’anil Karim sepanjang 113 surah bakda Al-Fatihah untuk memaparkan bagi manusia jalan orang-orang yang telah diberi nikmat itu.

Ialah jalan Adam dan Hawa; jalan Nuh, Hud, dan saudaranya; jalan Dawud dan putranya; jalan Ayyub dan Yunus; jalan Zakariyya dan Yahya, serta Maryam dan ‘Isa. Jalan indah itu sesekali ditingkahi jalan mereka yang dimurka dan sesat; jalan iblis dan Fir’aun, hingga Samiri dan Qarun.

Cerita kehidupan Adam hingga ‘Isa. Kisah mereka memberikan makna-makna yang mengokohkan cipta, rasa, dan karsa Sang Rasul terakhir dan ummatnya yang bungsu. Mereka menghadapi kekejaman Abu Jahl, kekejian Abu Lahab, keculasan Al-‘Ash ibn Wail, tuduhan Al Walid Ibn Al-Mughirah, dongengan An-Nazr ibn Harits, rayuan ‘Utbah ibn Rabi’ah, cambukan ‘Umayyah ibn Khalaf, hingga timpukan ‘Uqbah ibn Abi Mu’ith.

Rasulullah memerah wajahnya pada suatu hari, ketika beliau bangkit dari berbaring berbantal surban di dekat Ka’bah. Seorang lelaki bernama Khabab ibn Al-Arat, lelaki pandai besi yang kerap disksa Abu Jahl dengan diikat pada selongsong logam dan dipanggang di atas bara peleleh besi; hari itu menghadap dan berbisik. “ Ya Rasulullah,” demikian lirih dia berkata, seakan masih merasakan bagaimana punggungnya melepuh pecah, dan arang penyiksa terpadam oleh tetesan cairan luka bakarnya,”tidakkah engkau berdoa atau menolong kami?”

Di antara kedua alis lelaki bertaut junjungnya, ada pembuluh yang kian membiru. Itu pertanda bahwa manusia yang paling pengasih ini marah karena Rabbnya.”Demi Allah,” ujar beliau bergetar,”orang-orang sebelum kalian ada yang disisir dengan sikat besi hingga terpisah daging dari tulangnya, ada yang digergaji tubuhnya hingga terbelah badannya; tapi semua itu tak memalingkan mereka dari’Laa ilaaha illallaah; tiada sesembahan yang benar selain Allah.”

Khabab sama sekali tidak bersalah ketika bertanya. Khabab sungguh harus difahami keseriusannya. Khabbab telah mengorbankan seluruh dirinya; dengan sakit dan luka, dengan suksa dan nista, demi risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Tetapi demikianlah Sang Nabi hendak mengajarkan padanya dan kepada kita, apa makna jalan yang lurus.

Dan sesungguhnya allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. (Q.s. Maryam [19]:36)

Jalan lurus itu diikat oleh suatu hakikat. Yakni beribadah hanya kepada allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Bahwa di dalamnya ada nestapa dan derita, ia penggenap bagi kebersamaan dan cinta. Didalamnya, ada kehilangan dan duka, ia hanya penguat bagi sikap syukur dan menerima. Bahwa di dalamnya ada pedih dan siksa, ia hanya penyempurna bagi rasa nikmat dan mulia.

“Demi Allah, Dia pasti akan menyempurnakan urusan ini,” demikian sang Nabi melanjutkan sabdanya pada Khabbab, kini dengan senyum yang bercahaya,”hingga seseorang berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut dan tiada yang ditakutinya selain Allah. Tetapi kalian tergesa-gesa. []

Sumber: Lapis-Lapis Keberkahan/Salim A Fillah/Pro-U Media.

Tags: ip renunganjalanLurus
ADVERTISEMENT
Previous Post

Al-Quran, Rahasia Kejayaan Peradaban Islam

Next Post

Inilah 9 Foto Kondisi di dalam Kabah

Ralda Rizmainun Farlina

Ralda Rizmainun Farlina

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.