• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Tatkala Fir’aun akan Naik ke Langit

by Dini Koswarini
6 tahun ago
in Kisah Nabi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nabi Musa

Foto: Pinterest

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

AJARAN Nabi Musa sangat merugikan Raja Firaun. Setama ini orang Mesir memercayai bahwa Firaun itu tuhan. Karena Nabi Musa mengajarkan bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, banyak orang Mesir meninggatkan Firaun.

Mereka mulai menyembah Allah Swt. Firaun mengumpulkan semua menteri di istananya untuk membahas cara memerangi Nabi Musa.

“Umumkan ke seluruh pelosok negeri bahwa aku akan membuat bangunan yang tinggi sampai langit. Di puncak itu aku akan memerangi Allah, tuhannya Musa!” kata Firaun.

BACA JUGA: Kisah Keluarga Masyithah, Dimasukkan ke dalam Kuali Berisi Minyak Panas oleh Firaun

ArtikelTerkait

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

Kesabaran Nabi Ayyub

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

Para menteri dan hutubatang menyebar ke pelosok negeri Mesir untuk mengumumkan hat itu. Firaun, tuhan orang Mesir itu, akan ke tangit untuk memerangi tuhannya Musa!

Mengapa Attah tidak menjatuhkan laknat-Nya kepada orang yang sesat tiada taranya ini?

Allah masih memberi kesempatan kepada Firaun untuk bertobat. Seorang tukang bangunan ternama di Mesir bernama Hammam dipanggil menghadap Firaun.

“Buatlah sebuah bangunan yang sangat tinggi, secepatnya!” perintah Firaun.

“Baik, tuanku,” sahut Hamman.

Perintah itu segera dilaksanakan. Hamman beserta para pekerja segera mendirikan bangunan yang luar biasa tingginya. Dilihat dari bawah, bangunan itu tampak seperti menusuk langit. Dari puncak bangunan itu, Firaun akan memerangi Allah.

Rakyat Mesir mulai terpengaruh oleh keberanian Firaun. Mereka mulai percaya bahwa Firaun benar-benar tuhan. Dia berani menantang Tuhannya Musa, sedangkan tuhannya Musa tidak datang untuk menghadapi Firaun. Berarti Tuhannya Musa itu tidak berani melawan Firaun.

Kesesatan mereka benar-benar keterlaluan. Allah Swt memberi peringatan dengan menciptakan bencana alam di Mesir. Kelaparan melanda, hama-hama menghabiskan semua tanaman, sungai-sungai meluapkan banjir yang menghanyutkan apa saja, bahkan air sungai Nil berubah menjadi darah.

Orang mulai percaya bahwa ternyata Firaun itu bukan tuhan. Terbukti, Firaun tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi bencana yang metanda negerinya.

Orang-orang mendatangi Nabi Musa. “Ya, Musa. Mintalah kepada Allah untuk menghentikan bencana ini. Kami percaya bahwa semua ini berasal dari-Nya,” kata mereka.

Nabi Musa memohon kepada Allah agar bencana itu diakhiri. Allah kemudian mengabulkan permohonan Nabi Musa, dan bencana pun mereda.

Apa yang terjadi setelah bencana mereda?

BACA JUGA: 3 Pelajaran dari Nabi Khidir kepada Nabi Musa dan Kita Semua

Orang-orang itu kembali ingkar dan tidak mau memercayai Allah Swt. Mereka kembali menyembah tuhan selain Allah. Benda-benda disembah sebagai tuhan. Juga raja mereka, Firaun yang sombong tiada tara.

Kelak, hukuman Allah terhadap orang-orang sesat ini sangat keras. Saat orang-orang sesat itu mengejar Nabi Musa dan para pengikut setianya, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke Laut Merah.

Laut terbelah, terciptatah jatan di dasar taut. Itulah mukjizat Nabi Musa yang berasal dari izin Allah Swt. Setelah Nabi Musa dan para pengikutnya tiba di seberang, dasar taut yang tadinya mengering tiba-tiba kembali dipenuhi air.

Firaun dan para pengikutnya yang sesat pun dengan cepat tergulung oleh air laut. Allah menciptakan ombak yang bergulung-gulung untuk membawa mayat Firaun dan hulu batangnya ke pantai. Hal itu adatah peringatan kepada umat manusia. Itutah akibat perbuatan orang-orang yang musyrik. []

Sumber: Kisah-kisah teladan anak Muslim/Penerbit: PT Serambi Iilmu Semesta/2007

Tags: Bani IsrailFiraunLangitNabi Musa
ADVERTISEMENT
Previous Post

Manfaat Berdoa saat Bercermin

Next Post

Ternyata, Bukan Hujan Rahmat yang Sampai pada Kaum Nabi Nuh

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Nabi Musa, Umar bin Khattab, Ujian, Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim, Fakta Nabi Isa, Nabi, Nabi Adam

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

16 Mei 2025
Nabi Ayyub

Kesabaran Nabi Ayyub

16 Mei 2025
qabil dan habil

Kisah Qabil dan Habil

20 Februari 2025
Surat Al-Kafirun, Malam Lailatul Qadar, Nabi Ibrahim, Raja Namrud, Mimpi Nabi Yusuf

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

19 Februari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.