ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Target Pengumpulan Zakat Tahun 2017 Sebanyak Rp 6 Triliun

0

JAKARTA – Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, mengatakan bahwa target pengumpulan zakat tahun 2017 sebanyak Rp 6 Triliun. Menurutnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat menargetkan dapat menghimpun dana zakat sebesar Rp 240 miliar, yaitu bersumber dari penghimpunan UPZ, zakat perorangan dan sumbangan sosial lainnya dengan gambaran peningkatan 30 persen sampai 300 persen.

Sedangkan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota diharapkan menetapkan target pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat dalam kerangka pengelolaan zakat secara nasional. Demikian dikatakannya saat mengisi materi Rakorda BAZNAS se-Provinsi Riau di Pekanbaru beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut Tarmizi mengatakan bahwa setiap tahun, zakat secara nasional diharapkan bisa membantu satu persen dari total rakyat miskin yang kini jumlahnya 28 juta atau 280 ribu orang per tahun.

“Zakat diharapkan dapat berkontribusi mengentaskan kemiskinan sekitar satu persen dari total penduduk miskin di negeri ini, yaitu 28 juta atau 280 ribu orang per tahun”, ungkapnya, seperti dilaporkan situs Bimas Islam Kemenag.

Dikatakannya, bahwa zakat dapat berkontribusi bukan hanya dari sisi ekonomi, namun juga aspek-aspek yang berhubungan dengan spiritual.

“Kontribusi zakat dalam penanggulangan kemiskinan tidak hanya dilihat dari sisi program ekonomi, tapi juga bantuan pendidikan, kesehatan, dakwah dan sebagainya. Hal itu sejalan dengan paradigma Islam tentang kemiskinan dan kesejahteraan tidak semata-mata dalam ukuran material, tapi juga spiritual”, tegasnya.

Menurutnya, ada beberapa kendala dalam pengelolaan zakat, yaitu pemahaman sebagian umat Islam yang menganggap bahwa zakat itu sebatas zakat fitrah, belum  meratanya sosialisasi dan edukasi zakat kepada kalangan muzaki potensial baik perorangan maupun badan usaha, masih banyak umat Islam yang memilih menyalurkan zakat langsung kepada fakir miskin daripada menyalurkan melalui lembaga pengelola zakat yang resmi sehingga tidak tercatat, dan masih rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat kepada lembaga pengelola zakat yang resmi.

Namun, imbuhnya, umat Islam harus tetap optimis mengingat potensi zakat yang cukup besar dan suatu saat nanti menjadi pemicu kebangkitan zakat secara lebih nyata.

“Potensi zakat dan realisasi pengumpulannya akan bertambah jika para pemangku kepentingan perzakatan mampu mengelola beberapa peluang yang ada, yaitu: pertumbuhan ekonomimeskipun melambat,pertumbuhan jumlah pendudukIndonesia dengan prosentase muslim terbesar. Dan pertumbuhan kelas menengah’, tutupnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Riau dan seluruh kepala SKPD, pengurus BAZNAS se-provinsi Riau,  Kapolda dan Kajati Riau. Sementara nara sumber yang mengisi adalah Ketua MUI, dan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, dan Kepala Kanwil Kemenag Riau.[fq/islampos]

loading...
loading...