Tanggapi Kritikan Media Rusia, Ini Kata Tsamara Amany soal Pernyataannya tentang Putin

0

JAKARTA—Beberapa jam setelah mendapat kritikan dari media Rusia RBTH terkait pernyataannya soal Putin di sebuah video yang di unggah di Twitter-nya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyampaikan pembelaan sekaligus bantahan atas kritik tersebut.

Tsamara menyatakan sangat memahami keberatan RBTH. Sebab menurut dia RBTH adalah sarana kampanye Rusia kepada dunia.

“Karena itu, sangat wajar bila RBTH wajib membela citra Putin di dunia internasional,” tulis Tsamara dalam keterangan pers-nya.

Tsamara berdalih, komentarnya tentang Putin ditujukan kepada publik Indonesia, bukan Rusia.  Pernyataannya tentang Putin yang menurutnya diktator itu, dilontarkan Tsamara untuk menanggapi pernyataan Fadli Zon tentang pemimpin, beberapa waktu lalu.

“Yang mengimbau masyarakat Indonesia untuk mencari pemimpin seperti Putin sebagai pengganti pemimpin yang ‘planga-plongo’ (yang hampir pasti ditujukan pada Presiden Indonesia Jokowi),” kata Tsamara.

Tsamara menuturkan, sebagaimana yang dikatakan dalam status RBTH, tentu saja Fadli berhak untuk mengagumi Putin. Namun, dia merasa wajib mengingatkan masyarakat Indonesia, pemimpin seperti Putin bukanlah pemimpin yang layak bagi Indonesia yang saat ini berkomitmen memperjuangkan demokrasi dan memerangi korupsi.

“Ketika saya mengkritik Putin, bukan berarti saya kemudian anti terhadap rakyat Rusia yang memiliki peradaban luar biasa. Ini sama saja ketika kita mengkritik Donald Trump dan cara-caranya memenangkan pemilu dengan menggunakan politik identitas, bukan berarti saya membenci rakyat Amerika Serikat,” kata Tsamara.

Selain itu, Kata Tsamara, penilaian tentang kualitas Putin yang diktator, otoriter dan membiarkan korupsi terorganisir sudah banyak dikemukakan media dan lembaga-lembaga riset ternama di negara-negara demokratis dunia.

“Saya hanya merujuk pada analisis-analisis tersebut. Misalnya, survei The Economist tahun 2017 masih menempatkan Rusia sebagai negara dengan rezim otoritarian,” ujar Tsamara.

Sebelumnya, RBTH mengkritik Tsamara dengan menyebut bahwa pernyataan politikus muda itu sebagai pernyataan yang dangkal dan tidak menunjukkan kedewasaan. []

SUMBER: CNN

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline