islampos
Media islam generasi baru

Tak Bertemu Rasulullah tapi Beriman, Berbahagialah, Ini Alasannya

Foto: Wahdah Islamiyah
0

TAHUKAH Anda, bahwa Rasulullah mengagumi orang-orang dengan keimanan tertentu. Apa maksudnya? Ada kriteria keimanan khusus yang memang menumbuhkan rasa kagum Rasulullah terhadap orang yang memiliki jenis iman seperti itu. Lantas, seperti apa keimanan yang dikagumi Rasulullah?

Suatu kali, Rasulullah bertanya mengenai keimanan mereka yang membuat beliau kagum. Para sahabat mengira bahwa mereka adalah malaikat, kemudian Rasulullah bertanya mengapa demikian. Para sahabat pun menjelaskan alasannya yakni karena para malaikat senantiasa mematuhi segala perintah Allah dan mereka tidak pernah melanggar sekalipun aturan dari Allah.

Namun, Rasulullah membantahnya karena para malaikat memang diciptakan untuk senantiasa mematuhi perintah-Nya. Mereka tidak diberikan hawa nafsu seperti manusia biasa dan tempat para malaikat sangat dekat dengan Allah sehingga wajar jika mereka selalu beriman pada Allah. Keimanan mereka sama sekali tidak membuat Rasulullah kagum.

Para sahabat pun terdiam mendengarkan jawaban Rasulullah. Kemudian, salah seorang sahabat mengatakan bahwa menurutnya, keimanan yang dikagumi Rasulullah adalah keimanan para nabi dan rasul utusan Allah. Mereka adalah manusia biasa selayaknya kita, tapi mereka senantiasa patuh pada perintah Allah, apapun risiko yang harus dihadapi.

Rasulullah kemudian menjawab dengan tersenyum bahwa memang benar jika para nabi dan rasul adalah manusia biasa, tapi mereka mendapatkan petunjuk secara langsung dari Allah Ta’ala, seperti wahyu dan mukjizat sehingga wajar rasanya jika mereka beriman pada Allah. Keimanan mereka juga tidak membuat Rasulullah kagum.

Para sahabat kembali ternganga dengan jawaban Rasulullah. Mereka saling berpandangan dan tenggelam memikirkan teka-teki tersebut. Kemudian, salah seorang sahabat mengatakan pendapatnya dengan berseri-seri. Ia mengatakan bahwa mereka yang dimaksud Rasulullah adalah para sahabat itu sendiri karena mereka adalah manusia biasa dan tidak mendapatkan wahyu atau mukjizat sama sekali. Meskipun begitu, mereka berjanji untuk selalu patuh kepada Allah dan menjauhi semua larangannya.

Rasulullah kembali membantahnya. Memang benar para sahabat adalah manusia biasa dan tidak mendapatkan mukjizat ataupun wahyu, tapi mereka melihat sendiri mukjizat apa yang dikaruniakan Allah pada Nabi Muhammad. Mereka juga mendengar sendiri saat wahyu Allah dibacakan Nabi sehingga wajar saja jika para sahabat beriman kepada Allah dan keimanan ini sama sekali tidak membuat Rasulullah kagum.

Para sahabat sudah kehabisan akal untuk menjawab pertanyaan dari Rasulullah, terlebih dengan bantahan yang dilontarkan Rasulullah. Akhirnya mereka menyerah dan menanyakan jawabannya pada Rasulullah. Kemudian beliau menjelaskan bahwa mereka yang keimanannya membuat beliau kagum adalah mereka yang tidak pernah berjumpa dengan beliau, mereka yang tidak pernah melihat beliau dengan mata kepala sendiri, mereka yang belum pernah mendengar Rasulullah membacakan wahyu Allah dan mereka yang memiliki jarak berabad-abad dari beliau tapi kecintaan mereka pada Nabi tidak perlu diragukan lagi. Keimanan mereka itulah yang membuat Rasulullah kagum.

Berdasarkan kisah di atas, maka kita tahu bahwa maksud Rasulullah adalah kita semua. Hidup di zaman sekarang, membuat kita tidak bisa bertemu dengan Rasulullah, mendengar suara beliau ataupun mengenal beliau. Namun, sudah selayaknya jika kita tetap mencintai Rasulullah dengan cara mengamalkan segala perilaku, sikap dan ucapan yang mulia sehingga membuat kita lebih dekat dengan Allah. Jadikanlah Rasulullah sebagai panutan dalam menjalani kehidupan ini seperti keimanan yang paling Rasulullah kagumi. []

loading...
loading...