Tahajjud Ga Sembuh-sembuh, Eh ke Si Mbah Malah Langsung Sembuh?

0 110

Oleh: Fitri Amalia
[email protected]

BANYAK hal setelah diri ini dewasa baru terpikir alangkah banyak yang harus di putuskan dengan tepat baik itu urusan yang berat-berat maupun urusan sepele-sepele.

Ini adalah urusan yang kemungkinan bisa terjadi meski tak terbayang waktu kecil akan jadi masalah yang perlu ketepatan dalam memilih saat dewasa nanti.

Saat sedang kepepet, punya masalah berat harus operasi karena sakit, sakit berat yang tak kunjung sembuh, terlilit hutang, lama tak kunjung dapat pekerjaan dan lain-lain yang tergolong masalah berat. Ada kalanya saat seperti ini orang akan datang membuat diri ini bingung untuk memilih.

Teman yang menyesatkan ini akan mengajak kepada kesesatan, dosa yang sangat besar, dosa utama yang tidak terampuni. Contoh ajakannya adalah seperti ini :

“Mbak, katanya mau operasi ya, yuk ke sana ke orang pinter yang itu, dia mah ngga mahal, bayarnya juga sukarela. Dah banyak kok yang sembuh.”

Akhirnya si Mbak ini mau dan celakanya orang pinter itu adalah dukun. Entahlah apa yang terjadi kemudian, apa yang di catat oleh malaikat? Dosa syirik kah atau sekedar dosa keteledoran ? Yang jelas tetap bertahan pada pilihan berusaha berobat pada tempat yang sesuai syariat, sangat sulit saat itu.

Bertahan di tengah rasa sakit, kesabaran atas waktu selama sakit, ekonomi yang kepepet, tak ada biaya untuk berobat, juga tekanan dari orang sekitar untuk tidak bersikukuh berusaha tetap di jalanNya. Seperti kata-kata ini

“Kenapa sih ngotot banget ngga mau ke Mbah itu, dulu juga saya kaya Mbaknya bertahan sakit, shalat tahajud tetep ngga sembuh sembuh, eh begitu berobat ke si Mbah langsung sembuh.”

Seringkali membuat seseorang kehilangan pilihannya.

Naudzubillah jangan sampai kita ada pada posisi itu, tidak sabar lalu melupakan Allah begitu saja, akhirnya jatuh pada kesyirikan yang dosanya tak terampuni dan balasannya api neraka.

Kalaupun sampai tiba pada situasi kepepet seperti si Mbak ini, semoga diri ini dalam memilih tidak melupakan Ia yang Esa, yang menciptakan kita dan mememani, mencukupi selama ini, Allah swt.

Demikian adalah gambaran situasi yang kemungkinan bisa terjadi juga pada anak-anak kita saat dewasa, di samping juga godaan rokok narkoba dan lainnya.

Semoga kita bisa menguatkan anak kita agar bisa menentukan mana pilihan yang benar saat dewasa nanti sehingga kita sebagai orang tuanya dapat selamat dan sukses dunia akhirat. []

loading...
loading...