ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Survei: Panglima TNI Potensial Jadi Cawapres Jokowi

0

JAKARTA— Panglima TNI Gatot Nurmantyo berdasarkan hasil survey Indo Barometer disebut potensial untuk menjadi cawapres Joko Widodo di pilpres mendatang. Berdasarkan hasil simulasi survey, pasangan Jokowi-Gatot meraih 47,9%.

Nama-nama potensial selanjutnya yang mungkin menemani Jokowi adalah Menteri Keuangan Sri Mulyanidengan 43,4 persen. Selanjutnya, Jokowi-Tito Karnavian 41,5 persen dan Jokowi-Budi Gunawan 41,2 persen.

Gatot Nurmatyo sendiri akhir-akhir ini sedang naik daun pamornya, karena sering menjadi pemberitaan di media-media. Hal itu yang kemudian dinilai menaikkan nama Gatot sebagai cawapres paling potensial untuk melaju bersama Jokowi di Pemilu 2019 mendatang.

Muhammad Qodari, Direktur Indo Barometer, mengatakan Gatot hanya salah satu nama dari tiga sosok yang namanya terus melejit. Dua lainnya adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Qodari mengatakan, yang menjadi pembeda antara Gatot dan AHY adalah dukungan dari partai politik. AHY selain didukung militer juga disokong oleh Partai Demokrat. “Calonnya bisa dari mana saja. Kemudian, ini tergantung dari dukungan partai, sebetulnya,” kata Qodari, Ahad (3/12).

Berdasarkan hasil survei, kriteria yang pas untuk menemani Jokowi pada pilpres dua tahun mendatang yakni dari kalangan militer dengan hasil survey mencapai 22,5 persen, disusul dengan kriteria berpengalaman dalam pemerintahan 14,3 persen dan dekat dengan rakyat sebesar 12,3 persen.

Seperti diketahui Gatot dan AHY sama-sama berasal dari kalangan militer. Jika Gatot menjadi pendongkrak tertinggi suara Jokowi saat dipasangkan, AHY justru menjadi kandidat dengan suara tertinggi mendampingi Jokowi, tanpa mencantumkan nama Anies Baswedan.

Namun, jika nama Anies Baswedan dijadikan alternatif, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Kabinet Kerja ini menduduki posisi teratas dengan 10,5 persen melalui metode pertanyaan terbuka. AHY dan Gatot di urutan selanjutnya dengan 9,6 persen. []

Sumber: Republika

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...