ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Surat Terbuka Pengungsi Rohingya untuk Aung San Suu Kyi

Foto: Republika
0

BANGLADESH— Ro Mayyu Ali, seorang pengungsi Rohingya menulis surat terbuka untuk pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

Dalam surat yang dimuat oleh Al-Jazeera, Ro bercerita bahwa dia sebelumnya merupakan pengagum tokoh perempuan pembela demokrasi dan hak asasi manusia Suu Kyi itu.

Namun seiring waktu, harapan untuk ditolong sang tokoh perdamaian itu kian menyusut, seiring dengan masifnya kekerasan terhadap Rohingya. Dan Aung San Suu Kyi hanya membisu.

Berikut surat terbuka tersebut.

“Setelah menderita bertahun-tahun dari penganiayaan junta militer, hadiah Nobel yang Anda terima menginspirasi kami, bangsa yang telah menderita penindasan selama beberapa dekade,” tulis Ro.

Ro, yang terlahir saat Suu Kyi mendapat hadiah Nobel, bercerita bahwa warga Rohingya bergembira saat Suu Kyi terbebas dari tahanan rumah oleh militer Myanmar.

“Namun setelah tujuh tahun berlalu, kami, warga Rohingya, tetap menjadi korban kebrutalan dan praktek genosida oleh Militer Myanmar. Kali ini, tangan Anda yang melakukannya,” tulis Ro.

Indikasi ini terlihat sejak Suu Kyi justru ‘membersihkan’ perwakilan Rohingya dari partainya. “Itu adalah tanda pertama dari sifat pengecut Anda.”

Dan beberapa bulan kemudian, penindasan politik ini berlanjut dengan tindak kekerasan militer.

“Pemerintah dibawah pimpinan Anda melancarkan ‘operasi pembersihan’ di negara bagian Rakhine di utara. Selama bulan-bulan itu, tidak terhitung warga sipil terbunuh dan kaum perempuan diperkosa,” tulis Ro.

Dan,”Meskipun dunia internasional mengecam kejahatan-kejahatan ini, Anda malah membantahnya.”
Ro juga mengkritik tindakan Suu Kyi yang memilih tidak menggunakan kata Rohingya dalam pidatonya mengenai serangan militer di negara bagian Rakhine.

“Anda bahkan menolak menyebut kami sebagai Rohingya, yang merupakan nama yang akurat untuk mewakili identitas etnis bangsa kami, yang telah hidup di Rakhine selama berabad-abad,” tulis Ro.

Seperti diberitakan, militer Myanmar menyerang desa-desa yang menjadi tempat tinggal Muslim Rohingya dan membumihanguskannya. Militer Myanmar berdalih mereka sedang mengejar kelompok separatis.

PBB menyebut tindakan Militer Myanmar sebagai pembersihan etnis oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Sekitar seribu hinga dua ribu warga Rohingya terbunuh oleh tindakan brutal militer Myanmar ini.

Saat ini ada lebih dari 500 ribu warga Rohingya menyelamatkan diri dengan mengungsi ke Bangladesh. []

loading...
loading...