ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Sunat Bebas Nyeri Tanpa Suntik Bisa Dicapai dengan Metode Needle-Free Injection

0

Proses Anastesi merupakan bagian dari tindakan media yang lumrah untuk dilakukan oleh para petugas medis, baik dalam rangka perawatan atau sebagai prosedur medis sebelum tindakan medis yang dilakukan.

Tindakan anastesi ini salah satunya berlaku pada proses sirkumsisi atau dengan kata lain, sunat. Seperti yang disebutkan dalam siaran media Revolusi Sirkumsisi Tanpa Jarum Suntik oleh Rumah Sunatan, disebutkan bahwa salah satu tindakan anastesi yang banyak dilakukan di klinik dan rumah sakit ternyata adalah tindakan sunat serta anastesi regional para produser operasi caesar.

Proses sunat sendiri tidak bisa dilepaskan dari imej sebagai sesuatu kegiatan yang menyakitkan. Meski begitu, sunat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Mulai dari mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih, mengurangi resiko penularan penyakit menular seksual terutama pada laki-laki, mencegah terjadinya kanker penis, mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan (partner seksual) serta mencegah penularan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Human Papilloma Virus (HPV).

Namun meskipun hadir dengan berbagai manfaat untuk kesehatan, akan tetapi issue soal nyeri masih menjadi momok yang menakutkan sekaligus hambatan untuk dilakukannya proses sirkumsisi pada pria. Di mana nyeri saat sunat ini pada umumnya, diakibatkan karena prosedur anastesi lokal dengan jarum suntik.

Akan tetapi seiringnya dengan perkembangan kemajuan teknologi di dunia medis, sunat atau sirkumsisi ini telah berevolusi tanpa harus menggunakan jarum suntik, yakni dengan adanya teknologi needle-free injection dari Korea Selatan.

Needle-free injection ini adalah metode sunat dengan alat bernama comfort in yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu alat semprot cairan anastesi yang terbuat dari kaca dengan ukuran, injektor, dan pompa injektor. Injektor yang menggunakan tenaga pegas yang dapat disesuaikan kekuaran penetrasi ke kulit sesuai kebutuhan.

Dengan adanya bantuan pompa injektor, maka akan diberikan tekanan pada alat penyemprot yang berisi cairan anastesi sehingga akhirnya menurut penuturan dr Mahdian, cairan anastesi ini akan lebih mudah diserap dan menyebar lebih baik jika dibandingkan dengan sunat memakai jarum suntik konvensional.

“Dengan teknologi ini waktu capai analgesia pasien sunat akan menjadi lebih cepat, tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa rasa sakit,” papar dr Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku dokter ahli bedah syaraf kala ditemui Okezone, Selasa (14/11/2017) dalam acara “Diskusi Media Revolusi Sirkumsisi Tanpa Jarum Suntik,” di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Metode sunat tanpa jarum suntik ini, secara teknis dilakukan dengan cara ditembakkan lewat tekanan udara, di area titik jam 11 dan jam 1 yakni bagian atas penis. Untuk penggunaan cairan obat bius, obat bius yang digunakan pun sama dengan yang biasa digunakan. Hanya media alatnya saja yang berbeda, dari yang sebelumnya lewat seutas jarum tajam, berubah menjadi lewat alat pegas.

Disebutkan lebih lanjut oleh Achmad Syarif Kurniawan sebagai kepala divisi operasional Rumah Sunatan, teknologi needle-free injection ini juga digunakan saat melepaskan klem yang merupakan teknologi modern sirkumsisi. Nah, kombinasi keduanya inilah yang menghasilkan sunat tanpa nyeri sehingga memudahkan aktivitas harian, proses penyembuhan cepat, tanpa jahitan, dengan hasil estetik paska sunat yang indah.

Tentang Rumah Sunatan

Rumah Sunatan adalah Circumcision Centre atau Pusat Pelayanan Khitan untuk segala usia, mulai dari usia bayi, anak-anak, remaja hingga dewasa. Dengan jaringan Klinik terbesar di seluruh wilayah Indonesia. Menyediakan layanan khitan konvensional maupun modern dengan tenaga medis yang handal.

Rumah Sunatan memiliki unit pelayanan khusus seperti Sunat Gemuk, Sunat Dewasa, Sunat Premium dan Sunat Perempuan. Pelayanan Sunat Dewasa dilengkapi dengan ruang tindakan yang nyaman dan terpisah dari ruang tindakan anak-anak, serta fasilitas pemeriksaan laboratorium sebelum prosedur tindakan dilakukan.

Rumah Sunatan pertama kali didirikan oleh dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS pada tahun 2007. Dengan ketekunan dan komitmen untuk memberikan pelayanan memuaskan bagi pasien dan keluarga, saat ini Klinik Rumah Sunatan telah memiliki 39 cabang  di seluruh Indonesia. Penerapan  inovasi baru di bidang sunat, seperti metode “clamp” dan sunat tanpa suntik (needle-free injection), menjadi bagian peningkatan kualitas layanan Klinik Rumah Sunatan.

Kunjungi kami di website www.rumahsunatan.com, facebook : @rumah.sunatan, instagram : @rumahsunatanid, Youtube : Rumah Sunatan

 

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...