Ini Sosok Hakim AS yang Cabut Larangan Imigran Trump

Foto: Mirror
0

WASHINGTON—Jum’at (3/2/2017) lalu, kebijakan larangan imigran Muslim untuk memasuki AS dicabut untuk sementara waktu oleh seorang hakim AS.

Perintah pencabutan larangan itu kontan menuai kritik dari pihak pemerintah, terutama dari Trump sebagai penggagas utama isu tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyebut Robart sebagai hakim yang memiliki opini konyol yang ingin menjauhkan penegakan hukum dari negeri sendiri. Robart pun kemudian menjadi berita utama nasional media-media mainstream di negeri paman sam, siapa Robart yang dimaksud?

Seperti diketahui James Robart telah duduk di kursi hakim federal di Seattle selama lebih dari satu dekade, setelah diangkat oleh mantan Presiden George W. Bush.

“Dia relatif apolitis. Dia bukan seorang konservatif atau liberal. Dia seorang pria yang tertarik pada hukum dan keadilan,” ujar Douglas Adkins, investor ekuitas swasta dan mantan bankir yang telah mengenal Robart sejak kecil.

Sementara itu Departemen Kehakiman Amerika pada Sabtu (4/2/2017) membuat pers rilis bahwa mereka berniat untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Dengan mengeluarkan kecaman terhadap Hakim Robart, Trump sebagai presiden dianggap memiliki sikap anti-peradilan. Ia tidak mementingkan sistem checks and balances yang dimaksudkan untuk melindungi negara dari penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam keputusannya mencabut larangan imigran itu, Robart menekankan tiga cabang pemerintahan, yaitu eksekutif, Kongres, dan peradilan, harus memiliki fungsi yang sama.

“Pekerjaan hakim dan pengadilan, terbatas untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil oleh dua cabang pemerintahan lainnya dapat sesuai dengan hukum negara kita, dan yang lebih penting, konstitusi kita,” jelas Robart.

Selepas lulus dari Whitman College di Walla Walla, Washington, dan Georgetown University Law Center, Robart menghabiskan 30 tahun melakukan praktik swasta di firma hukum yang sekarang dikenal sebagai Lane Powell. Ia kemudian diangkat menjadi hakim oleh Bush pada 2004.

Adkins mengatakan, Robart dan istrinya tidak memiliki anak, tetapi mereka menjadi orang tua asuh bagi beberapa anak imigran selama bertahun-tahun. Anak-anak asuh mereka mayoritas berasal dari Asia Tenggara.

Menurut biografi resmi di situs pengadilan federal, Hakim Robart sempat juga menjabat sebagai Presiden Seattle Children’s Home dan mantan wali anak-anak di Children’s Home Society of Washington. Organisasi-organisasi tersebut menyediakan layanan kesehatan mental untuk anak muda dan membantu keluarga yang bermasalah.

“Keterlibatannya dengan anak-anak membantu memberikan pemahaman terkait orang-orang yang terkena dampak kebijakan, tetapi tidak akan membentuk interpretasinya terkait aturan hukum,” kata Paul Lawrence, salah satu pengacara yang mendukung Washington dalam kasus imigrasi.

Dalam sidang konfirmasi, Robart memberikan jasa hukum pro-bono di awal karirnya untuk orang-orang yang merasa telah terjerat sistem hukum. Dia mengatakan, jika digunakan dengan benar, hukum bisa memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin mencari ganti rugi jika merasa telah dianiaya.

Pada 2011, Robart memberikan penangguhan sementara peraturan negara yang memotong dana pemerintah untuk anak-anak difabel dan keluarga di Washington.

“Ketika dihadapkan dengan konflik antara keuangan dan anggaran, timbul keprihatinan … dan penderitaan manusia dapat dicegah,” tulis Robart. []