ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Soal Wacana Sertifikasi Khatib, Mengapa Terkesan Dipaksakan?

foto: liputan6
0

Oleh: Arik Rahmawati

Ibu Rumah Tangga, Arikrahmawati483@gmail.com

 

RENCANA Kementerian Agama untuk menyertifikasi para khatib, sepertinya sudah keputusan bulat. Hanya mereka yang mendapat izin dari pemerintah yang boleh naik ke mimbar masjid saat sholat Jumat. Kemenag beralasan, hal ini untuk menghilangkan unsur hujatan dalam ceramah yang dilakukan di hari Jumat.

Menteri Agama Luqman Saiffudin bekerja keras untuk merumuskan apa kualifikasi, atau kompetensi yang diperlukan bagi seorang penceramah. Luqman menegaskan seorang penceramah akan diakui apabila sudah mempunyai sertifikasi standar penceramah ala pemerintah, hal itu untuk mengurangi sikap intoleran beragama

Akan tetapi pihak kemenag tidak ingin menjadi lembaga yang memberikan sertifikat terhadap penceramah tersebut. Pihaknya akan berbicara dengan beberapa pihak yang berkompeten dalam bidang keagamaan, terkait siapa yang akan memberukan sertifikat untuk penceramah apakah dari MUI atau gabungan ormas agama.

Rencana ini sepertinya mengulang niat pemerintah yang dulu pernah ada. Saat itu rencana tersebut gagal karena ditolak kaum muslimin.

Mengapa Dipaksakan?

Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah seolah-olah takut dikritik dan dinasihati masyarakatnya. Takut pada khatib yang lugas dan tegas dalam menyampaikan Islam apa adanya. Sepertinya penguasa ingin mempertahankan kekuasaan mereka dengan melakukan tindakan represif dengan cara memasung Islam.

Semua ini disebabkan karena standar baik dan buruk bukanlah berasal dari Islam. Standar baik dan buruk disesuaikan hawa nafsu manusia. Wallahu a’lam. []

loading...
loading...