Soal SP3 HRS, Ade Armando Sebut Jangan Gembira Dulu, Bisa Jadi Chat Mesum Itu Benar

0

JAKARTA—Terkait terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein, turut dikomentari oleh Ade Armando.

Ade Armando yang merupakan Dosen Komunikasi Universitas Indonesia mengatakan, bahwa pendukung HRS jangan bahagia dulu karena menurutnya pihak kepolisian tidak menyebut chat tersebut palsu meski penyidikan dihentikan. Itu karena penyidik belum bisa meringkus pelaku yang pertama kali menyebar foto-foto dan konten chat mesum.

Dalam video yang ia sebarkan melalui akun media sosial facebooknya, Ade Armando mengingatkan, SP3 itu bisa saja hanya diterbitkan agar HRS pulang ke Indonesia dengan tenang.

Setelah itu, lanjutnya, sangat mungkin kepolisian melanjutkan penyidikan kasus ini karena pengupload sudah ditangkap. Dan Ade, menyatakan dirinya yakin pengupload sudah diketahui polisi.

Berikut komentar Ade Armando seperti dikutip dari akun facebook pribadinya, Selasa, (19/6/2018).

“Nasib Rizieq Shihab Sekarang Ada di Tangan Kapolri”

Polisi baru saja mengumumkan bahwa mereka menghentikan penyidikan kasus chat mesum Rizieq Shihab.

Tapi polisi tidak pernah menyatakan bahwa chat mesum itu palsu.

Polisi cuma bilang mereka belum bisa menangkap orang yang mengupload chat mesum itu ke dunia maya.

Siapa pengupload itu jadi penting karena dalam UU Pornografi, pihak yang pertama-tama harus diperkarakan adalah orang yang menyebarkan materi pornografi seperti chat mesum Rizieq itu.

Jadi sangat mungkin chat mesum itu benar adanya. Dan perkara ini baru akan dilanjutkan setelah si pengupload ditemukan.

Nah, si Rizieq bisa saja menyangka hidupnya sudah aman (setidaknya dalam kasus chat mesum), dia dengan tenang pulang ke Indonesia, tapi tiba-tiba saja ada pengumuman bahwa si pengupload chat mesum sudah ditemukan.

Kalau itu yang terjadi, klar hidup Rizieq.

Jadi para pecinta Rizieq, jangan gembira dulu ya.

Kartu truf nasib junjungan kalian ada di tangan Kapolri.

Berikut videonya:

[]

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline