ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Soal Penistaan Agama dalam Puisi ‘Ibu Indonesia,’ PA 212 Tak akan Cabut Laporan dan Tetap Gelar Aksi Bela Islam

0

Advertisements

JAKARTA—Sukmawati Soekarnoputri telah resmi meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia terkait puisinya yang dinilai menistakan Agama Islam. Namun, penyesalan putri Soekarno itu tidak menyelesaikan masalah karena pelapor tidak mau mencabutnya laporannya, termasuk yang dari pihak Persaudaraan Alumni 212.

Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyampaikan bahwa Persatuan alumni 212 tak akan mencabut laporan terkait penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri dalam puisinya berjudul ‘Ibu Indonesia. Menurut Novel, permintaan maaf tersebut akan menguatkan laporannya karena yang bersangkutan mengaku bersalah.

“Jadi permintaan maaf itu, sebagai umat Islam kita terima, namun proses hukum tetap berjalan. Justru bukti minta maaf itu adalah menguatkan laporan kita bahwa Sukmawati bersalah,” kata Novel, Kamis (5/4/2018).

Selain pelaporan, aksi bela Islam 6 April 2018 juga akan tetap dijalankan oleh PA 212. Dikatakan Habib Novel, yang dapat menghentikan aksi unjuk rasa itu bukan permintaan maaf dari Sukmawati melainkan sikap tegas polisi terhadap penista Agama Islam. Apabila polisi cepat menetapkan Sukmawati sebagai tersangka mala otomatis umat Islam tidak perlu menggelar aksi demonstrasi.

“Dari situ kita melihat respon dari kepolisian, kalau polisi segera menetapkan tersangka apalagi menahan Sukmawati maka persoalan itu kami anggap bahwa polisi ini menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan polisi serius,” terangnya.

Related Posts
1 of 9

Habib Novel menambahkan, Sukmawati harus dipenjara agar bisa menjadi pelajaran kepada orang lain untuk tidak main-main dengan agama, agar lebih berhati-hari dalam bertutur kata. Puisi Sukmawati itu salah satu contoh dari ketidak hati-hatian sehingga menyakiti umat Islam.

“Karena kalau ini dibiarkan akan terus berlanjut kepada orang-orang yang lain dengan seenaknya menghina agama Islam kembali,” pungkasnya.

Diketahui puisi kontroversi itu dibaca Sukmawati di Jakarta Convention Center (JCC) saat acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia, Fashion Week 2018. Bagian dari puisi itu menyinggung azan dan cadar.

Sukmawati menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Sambil berderai air mata, ia mengaku menyesal dan tidak ada niat sedikitpun untuk menghina umat Islam di Indonesia. []

SUMBER: OKEZONE

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline